Bima, NTB, Detikkasus.co.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Nurcholish Madjid STKIP Taman Siswa Bima bersama Pemerintah Kecamatan Wawo menggelar Dialog Publik bertajuk “Menakar Krisis Sosial Generasi Muda Bima: Antara Disrupsi Digital, Kekerasan, dan Penyalahgunaan Narkoba”.
Dialog tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Paruga Toi, Desa Kombo, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, pada Senin (21/9/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara tradisi intelektual mahasiswa dan perspektif pemerintahan dalam membaca kompleksitas persoalan generasi muda Bima hari ini.
Perkembangan teknologi digital, maraknya kekerasan, hingga peredaran dan penyalahgunaan narkoba dinilai tidak cukup dipahami sebagai persoalan individual, melainkan harus dibaca secara komprehensif dalam konteks keluarga, pendidikan, ekonomi, lingkungan sosial, dan perubahan budaya.
Camat Wawo, Syarifudin Bahsyar, S.Sos., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif HMI Komisariat Nurcholish Madjid yang menghadirkan ruang dialog publik langsung di tengah masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan aktif organisasi mahasiswa dalam membedah persoalan sosial merupakan langkah penting untuk membangun kesadaran masyarakat sekaligus mempertemukan gagasan akademik dengan realitas sosial di lapangan.
Sementara itu, Ketua HMI Komisariat Nurcholish Madjid, Harianto, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud tanggung jawab moral HMI sebagai kader umat dan kader bangsa.
“Kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral sebagai kader umat dan kader bangsa sebagaimana tertuang dalam misi HMI. HMI harus hadir di tengah-tengah masyarakat,” tegas Harianto.
Ia menambahkan, HMI tidak boleh hanya tumbuh dalam ruang kampus. Tradisi intelektual dan perkaderan harus menemukan relevansinya dalam merespons persoalan nyata di masyarakat.
Menurutnya, generasi muda tidak semestinya hanya diposisikan sebagai objek pembinaan, tetapi harus ditempatkan sebagai subjek perubahan yang memiliki potensi intelektual, kreativitas, dan tanggung jawab sosial.
Terkait maraknya peredaran narkoba, dialog ini menegaskan perlunya pendekatan komprehensif. Pencegahan tidak hanya bertumpu pada penindakan hukum, tetapi juga pada penguatan ketahanan keluarga, pendidikan karakter, literasi digital, penyediaan ruang kreativitas, serta penciptaan lingkungan sosial yang sehat dan suportif bagi generasi muda.
Bagi HMI Komisariat Nurcholish Madjid, forum ini merupakan bagian dari ikhtiar merawat tradisi akademis yang berpijak pada realitas. Menjadi insan akademis bukan sekadar memahami persoalan, tetapi juga berani membaca realitas secara kritis dan mengambil tanggung jawab sosial.
Melalui kolaborasi ini, HMI dan Pemerintah Kecamatan Wawo mempertemukan gagasan dan realitas dalam satu ruang bersama untuk membangun kesadaran kolektif, memperkuat peran generasi muda, dan menjaga masa depan sosial Bima. (*)
Tidak ada komentar