JAKARTA, 24/1/2026 Detikkasus.co.id – Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Komjen Pol Tomsi Tohir Balaw, mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar meningkatkan kewaspadaan dan pengendalian harga pangan menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Ia menegaskan, periode menjelang Ramadan hingga Idulfitri merupakan fase rawan terjadinya kenaikan harga bahan pokok akibat meningkatnya permintaan masyarakat.
Peringatan tersebut disampaikan Tomsi saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan pembahasan antisipasi kenaikan harga tiket pesawat menjelang Ramadan dan Idulfitri, serta evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah. Rapat berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kemendagri, Jakarta, Senin (19/1/2026), dan diikuti oleh perwakilan pemerintah daerah secara langsung maupun daring.
Dalam arahannya, Komjen Pol Tomsi Tohir menekankan pentingnya peran aktif kepala daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pangan. Ia meminta agar pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi pasar tetap kondusif.
“Menjelang Ramadan, kebutuhan masyarakat meningkat. Ini harus diantisipasi sejak dini. Kepala daerah dan jajaran harus aktif turun ke pasar, berdialog dengan pedagang, dan memastikan distribusi berjalan lancar,” ujar Tomsi.
Ia menilai, pemantauan harga yang dilakukan secara langsung dapat memberikan gambaran nyata kondisi di lapangan sekaligus menjadi dasar pengambilan kebijakan yang cepat dan tepat. Selain itu, koordinasi antar daerah, khususnya dengan wilayah sentra produksi pangan, juga dinilai sangat penting untuk menjamin ketersediaan pasokan.
Pada rapat tersebut, Tomsi menyampaikan apresiasi atas penurunan harga sejumlah komoditas pangan strategis berdasarkan data terbaru. Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga di antaranya telur ayam ras, daging ayam ras, bawang merah, dan cabai rawit. Meski demikian, ia mengingatkan agar pemerintah daerah tidak lengah karena masih terdapat komoditas yang menunjukkan tren kenaikan harga.
“Bawang putih dan minyak goreng perlu menjadi perhatian serius. Daerah-daerah yang mengalami kenaikan harga harus segera mengambil langkah intervensi,” tegasnya
Khusus untuk minyak goreng, Tomsi mendorong pemerintah daerah agar melakukan langkah konkret dengan menambah pasokan Minyakita di pasaran. Menurutnya, ketersediaan minyak goreng dengan harga terjangkau sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah.Sementara itu, terkait stabilisasi harga beras, Tomsi meminta Perum Bulog untuk bergerak cepat di daerah-daerah yang terindikasi mengalami kenaikan harga. Ia menegaskan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat, Bulog, dan pemerintah daerah harus terus diperkuat guna mencegah gejolak harga pangan.
Lebih lanjut, Tomsi menekankan bahwa pengendalian inflasi daerah tidak bisa dilakukan secara sporadis atau musiman. Ia mengingatkan bahwa daerah dengan tingkat inflasi yang saat ini terkendali tetap berpotensi mengalami kenaikan apabila pengawasan tidak dilakukan secara konsisten.
“Pengendalian inflasi harus dilakukan secara terus-menerus. Pemantauan pasar tidak bisa hanya seminggu atau dua minggu sekali. Harus rutin dan intensif agar potensi kenaikan harga bisa segera diantisipasi,” ujarnya.
Selain membahas pengendalian inflasi dan stabilitas harga pangan, rapat koordinasi tersebut juga menyinggung antisipasi kenaikan harga tiket pesawat menjelang Ramadan dan Idulfitri. Tomsi meminta pemerintah daerah untuk turut berperan aktif dalam menjaga keterjangkauan harga transportasi udara, mengingat tingginya mobilitas masyarakat pada periode tersebut.
Tak hanya itu, rapat juga dirangkaikan dengan evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu program strategis nasional. Tomsi berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan maksimal, baik dari sisi regulasi maupun percepatan perizinan, guna memastikan program tersebut berjalan sesuai target.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Utama Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini, Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendagri Nawandaru Dwi Putra, Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Imran, serta sejumlah pejabat kementerian dan lembaga terkait lainnya.
Melalui rapat ini, Kemendagri berharap seluruh pemerintah daerah dapat meningkatkan sinergi dan kewaspadaan dalam menjaga stabilitas harga pangan, mengendalikan inflasi, serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Puspen Kemendagri
Am/red
Tidak ada komentar