Abi Kusno Nachran: Jurnalis Pemberani Melawan Mafia Kayu di Hutan Kalimantan

waktu baca 2 menit
Minggu, 31 Mei 2026 21:41 242 Redaksi : Rd

Abi Kusno Nachran, jurnalis pemberani dibacok dan cidera parah pelaku mafia kayu

KALIMANTAN BARAT.Detikkasus co.id – Dedikasi terhadap kebenaran dan kelestarian alam sering kali menuntut pengorbanan yang teramat besar. Salah satu potret nyata dari risiko tinggi dunia jurnalisme investigasi di Indonesia tercermin dalam kisah perjuangan Abi Kusno Nachran, jurnalis pemberani yang menolak tunduk oleh teror mafia hutan.  

Kisah kelam namun heroik ini memuncak pada November 2001 di kawasan Pangkalan Bun, dekat Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Sebagai seorang jurnalis dari tabloid Lintas Khatulistiwa, Abi Kusno secara konsisten melakukan investigasi mendalam terhadap praktik penjarahan hutan skala besar (illegal logging) yang merugikan negara. Keberaniannya dalam mempublikasikan hasil investigasi tersebut sukses menggagalkan penyelundupan kayu ilegal yang diangkut menggunakan kapal-kapal asing.  

Namun, keberhasilan tersebut memicu amarah dari para pelaku kejahatan lingkungan. Pada tanggal 28 November 2001, Abi Kusno dicegat dan dihadang di tengah jalan oleh sekelompok preman suruhan cukong kayu. Beliau diserang secara brutal menggunakan senjata tajam, menderita hingga 17 luka bacok di bagian leher, dada, dan punggung. Tak hanya itu, jari-jari dan pergelangan tangannya mengalami cedera parah hingga putus, yang menyebabkannya mengalami cacat fisik permanen. Berkas dokumentasi medis merekam momen memilukan saat tangan beliau harus dipasang struktur penyangga gips besi eksternal pasca-operasi besar.  

Meski fisiknya sengaja dirusak agar ia gentar dan bungkam, nyatanya teror berdarah tersebut gagal total. Semboyan hidup beliau yang melegenda menyatakan:

“Tekad Bulat: Ancaman maut tidak akan pernah menghentikan langkah nyata dalam membongkar kejahatan, dan suara kebenaran akan tetap lantang melawan segala bentuk teror serta intimidasi!”

Semangat perjuangannya justru kian membara pasca-pemulihan. Demi membawa aspirasi penyelamatan lingkungan ke tingkat yang lebih tinggi, Abi Kusno melangkah ke ranah politik praktis. Melalui Pemilihan Umum 2004, beliau dipercaya oleh masyarakat dan terpilih sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah periode 2004–2009. Di kursi parlemen Senayan, ia tetap dikenal sebagai figur yang vokal dan lantang berada di garis depan melawan mafia hutan.  

Perjalanan hidup sang pembela hutan ini akhirnya terhenti pada 24 Juli 2006 akibat kecelakaan lalu lintas di jalan tol daerah Cirebon, Jawa Barat, saat beliau masih aktif mengemban amanah sebagai wakil daerah. Kendati raganya telah tiada, jejak keberanian Abi Kusno Nachran tetap abadi sebagai simbol perlawanan pers terhadap kejahatan kejam tidak manusiawi yang dilakukan oleh perusak lingkungan.

(Tim/Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA