Dekat di Hati Masyarakat Jejak Sahaja Aipda Firman Akbar Polisi Menjaga Kamtibmas yang Mengetuk Hati Warga

waktu baca 2 menit
Kamis, 16 Apr 2026 17:51 136 Redaksi : Rd

PONTIANAK Detikkasus co.id – Di tengah hiruk-pikuk dinamika keamanan kota, sosok Aipda Firman Akbar muncul sebagai antitesis dari kesan kaku aparat kepolisian. Selaku Bhabinkamtibmas di Kelurahan Parit Mayor, Kecamatan Pontianak Timur, ia tidak hanya dikenal sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai figur keluarga bagi warga setempat.

Bagi warga Parit Mayor, melihat motor dinas Aipda Firman melintas di gang-gang sempit adalah pemandangan sehari-hari yang menenangkan. Rekam jejaknya selama bertugas di wilayah ini dipenuhi dengan aksi-aksi humanis. Ia dikenal tak segan duduk bersila di teras rumah warga, menyesap kopi hitam sembari mendengarkan keluh kesah masyarakat—mulai dari persoalan keamanan hingga masalah sosial ekonomi.

“Beliau itu bukan kayak polisi sama warga, tapi sudah seperti keluarga sendiri. Kalau ada masalah, beliau selesaikan dengan cara kekeluargaan, bicara dari hati ke hati,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Sikap bersahaja adalah identitas yang melekat pada Firman. Dalam setiap kesempatan, ia selalu menekankan pentingnya pendekatan preemtif dan preventif melalui silaturahmi. Baginya, keamanan Parit Mayor tidak hanya dibangun dengan patroli fisik, tetapi dengan kepercayaan (trust) yang kuat antara polisi dan masyarakat.

Beberapa poin yang menjadi catatan positif dalam rekam jejaknya antara lain:

Problem Solving yang Humanis: Menyelesaikan konflik antarwarga tanpa harus selalu berakhir di meja hijau.

Kehadiran di Momen Duka dan Bahagia: Firman sering terlihat hadir melayat warga,dan warga yang mengalami musibah/bencana, maupun menghadiri hajatan warga tanpa sekat.

Edukasi Kamtibmas yang Santai: Menyampaikan pesan-pesan keamanan melalui obrolan ringan di warung kopi, sehingga pesan tersebut lebih mudah diterima tanpa terkesan menggurui.

Salah satu rekam jejak yang paling diingat warga adalah kemampuannya dalam melakukan problem solving. Di wilayah yang dinamis seperti Parit Mayor, gesekan antarwarga terkadang tak terelakkan. Namun, di tangan Aipda  Firman, konflik-konflik kecil sampai ke ranah hukum formal. Ia dikenal sebagai mediator yang adil. Dengan pendekatan persuasif, ia kerap mendatangi rumah warga yang bertikai, mendengarkan kedua belah pihak, dan mencari jalan tengah dengan cara kekeluargaan. Pendekatan ini terbukti efektif menurunkan tensi sosial di wilayah tersebut.

Pontianak Timur yang dikenal memiliki karakteristik masyarakat yang heterogen dan dinamis membutuhkan sentuhan “tangan dingin” seperti yang dilakukan Aipda Firman. Kehadirannya membuktikan bahwa Polri hadir bukan sebagai sosok yang ditakuti, melainkan sebagai pelayan dan pengayom.

Melalui dedikasinya, Aipda Firman Akbar telah membangun fondasi keamanan yang berbasis pada rasa saling menghormati. ia bukan sekadar penegak hukum; ia adalah simbol dari Polri yang modern namun tetap rendah hati.

Wartawan: Agus Tri S

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA