Lampu PJU Desa Pinggir Air Padam Dua Pekan, Dinas Terkait Dinilai Tutup Mata terhadap Keselamatan Warga

waktu baca 2 menit
Minggu, 2 Agu 2026 14:20 205 Redaksi Jambi

 

SUNGAI PENUH – Buruknya pelayanan terhadap fasilitas publik kembali menjadi sorotan. Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Desa Pinggir Air, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh, dilaporkan telah padam selama kurang lebih dua minggu. Ironisnya, hingga kini belum terlihat adanya peninjauan maupun langkah perbaikan dari dinas yang bertanggung jawab. Minggu, 2 Agustus 2026

Kondisi tersebut memicu kekecewaan warga. Pasalnya, lampu jalan yang seharusnya menjadi penunjang keselamatan dan keamanan masyarakat justru dibiarkan mati tanpa kepastian kapan akan diperbaiki.

Setiap malam, ruas jalan di kawasan tersebut berubah menjadi gelap gulita. Pengendara roda dua maupun roda empat terpaksa melintas dengan penerangan seadanya, sementara warga yang beraktivitas pada malam hari merasa waswas karena meningkatnya potensi kecelakaan dan tindak kriminal.

“Sudah sekitar dua minggu lampu ini mati. Sampai sekarang belum ada petugas yang datang mengecek. Kami bertanya-tanya, apakah harus menunggu ada korban dulu baru diperbaiki?” ujar salah seorang warga.

Lambannya penanganan ini menimbulkan pertanyaan besar terhadap keseriusan pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sebab, pemeliharaan PJU merupakan bagian dari pelayanan dasar yang semestinya dilakukan secara cepat dan responsif ketika terjadi kerusakan.

Masyarakat menilai diamnya dinas terkait menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap aset daerah yang dibangun menggunakan anggaran negara. Jika kerusakan sederhana seperti lampu jalan saja dibiarkan berlarut-larut, publik berhak mempertanyakan efektivitas pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas umum di Kota Sungai Penuh.

Warga mendesak Pemerintah Kota Sungai Penuh, khususnya dinas yang membidangi penerangan jalan, agar segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan. Mereka juga meminta Wali Kota Sungai Penuh mengevaluasi kinerja OPD terkait agar persoalan pelayanan publik tidak terus berulang.

Masyarakat berharap pemerintah tidak bersikap reaktif setelah terjadi insiden. Keselamatan warga seharusnya menjadi prioritas utama, bukan sekadar menunggu keluhan terus bermunculan di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait mengenai penyebab padamnya lampu PJU di Desa Pinggir Air maupun kapan perbaikan akan dilakukan. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak terkait sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA