SUNGAI PENUH – Keluhan warga Desa Pinggir Air, Kecamatan Kumun Debai, terkait terhentinya pasokan air bersih dari PDAM Tirta Khayangan akhirnya mendapat tanggapan dari pihak manajemen.senin, 3 Agustus 2026
Sebelumnya, warga mengeluhkan pasokan air yang tidak mengalir dan menyebut kondisi tersebut telah mengganggu aktivitas sehari-hari. Warga juga mempertanyakan respons petugas karena merasa belum ada penanganan yang terlihat di lapangan.
Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Air Minum PDAM Tirta Khayangan, M. K. Fu’adi, SST, menjelaskan bahwa petugas baru menerima informasi mengenai gangguan pengaliran di wilayah tersebut pada hari ini.
“Petugas baru hari ini mendapatkan informasi adanya kendala pengaliran di Desa Pinggir Air. Setelah dilakukan pengecekan ke lokasi, terdapat sekitar 10 pelanggan yang selama tiga hari tidak mendapatkan aliran air. Penyebabnya kemungkinan besar terjadi penyumbatan pada jaringan pipa tersier di lokasi tersebut,” jelas Fu’adi.
Ia mengatakan, sebagai langkah penanganan sementara, PDAM telah mengalihkan suplai air melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tanah Kampung yang disalurkan dari jaringan pipa Desa Tanjung Karang agar pelanggan terdampak kembali memperoleh pasokan air.
“Untuk sementara pelanggan yang terkendala sudah kita suplai dari aliran IPA Tanah Kampung melalui jaringan pipa Desa Tanjung Karang. Besok akan kita lakukan pencarian titik penyumbatan pada jaringan pipa tersebut agar dapat segera diperbaiki,” tambahnya.
Fu’adi juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila mengalami gangguan distribusi air sehingga informasi dapat lebih cepat ditindaklanjuti oleh petugas.
“Jika terjadi kendala aliran, pelanggan dapat melaporkan ke WA Humas Tirta Khayangan di nomor 0813-6684-3615 atau datang langsung ke kantor unit pelayanan terdekat agar petugas dapat segera melakukan penanganan,” ujarnya.
Meski demikian, sejumlah warga berharap ke depan PDAM Tirta Khayangan dapat meningkatkan sistem pemantauan jaringan distribusi sehingga gangguan dapat terdeteksi lebih cepat tanpa harus menunggu laporan pelanggan. Warga juga meminta agar informasi mengenai gangguan layanan disampaikan secara terbuka sehingga masyarakat mengetahui penyebab, wilayah terdampak, serta estimasi waktu penyelesaiannya.
Dengan adanya klarifikasi dari pihak PDAM, masyarakat berharap proses perbaikan dapat segera diselesaikan sehingga pasokan air bersih kembali normal dan kejadian serupa tidak terus berulang.
Tidak ada komentar