Korban Longsor Cisarua Terus Bertambah, Polda Jabar Ungkap 25 Kantong Jenazah Masuk Pos DVI

waktu baca 2 menit
Senin, 26 Jan 2026 12:45 47 Redaksi

DetiKasus.co.id_26 januari 2026|| Bandung Barat – Proses penanganan dan identifikasi korban bencana longsor dan banjir bandang di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, hingga kini masih terus berlangsung. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mencatat sebanyak 25 kantong jenazah telah diterima di Pos DVI hingga Minggu (25/1/2026) sore.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa jumlah tersebut mengalami penambahan setelah tim SAR gabungan kembali menemukan tiga jenazah utuh di lokasi bencana.

Berdasarkan data yang diterima di Pos DVI hingga pukul 17.00 WIB, tercatat sebanyak 25 kantong jenazah. Dari jumlah tersebut, 11 korban telah berhasil diidentifikasi,” ujar Kombes Hendra.

Dari total 11 korban yang telah teridentifikasi, terdiri dari 10 jenazah utuh dan satu korban yang teridentifikasi dari potongan tubuh, sementara 14 kantong jenazah lainnya masih dalam proses pemeriksaan lanjutan oleh tim DVI Polri melalui metode post mortem dan ante mortem.
Adapun korban yang telah berhasil diidentifikasi, yakni:

Suriana (L), 57 tahun
Jajang Tarta (L), 35 tahun
Dadang Apung (L), 80 tahun
Nining (P), 40 tahun
Nurhayati (P), 42 tahun
Lina Ismayanti (P), 43 tahun
M. Kori (L), 30 tahun (teridentifikasi dari potongan tubuh berupa tangan)
Al-Sumari (L), 35 tahun
Koswara (L), 40 tahun
Koswara (L), 26 tahun
Ayu Yuniarti (P), 31 tahun

 

Kombes Hendra menjelaskan, proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh dan hati-hati dengan mengedepankan ketelitian ilmiah guna memastikan keakuratan data sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
“Identifikasi jenazah dilakukan oleh tim DVI Polri bersama unsur terkait. Untuk jenazah yang utuh, proses dapat berlangsung lebih cepat. Namun untuk potongan tubuh tertentu, seperti bagian kaki atau tangan, membutuhkan waktu lebih lama karena harus melalui pencocokan data ante mortem,” jelasnya.

 

Sementara itu, proses pencarian dan evakuasi korban oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta relawan terpaksa dihentikan sementara akibat kondisi cuaca dan medan yang dinilai berisiko. Operasi pencarian direncanakan akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya.
Hingga saat ini, masih terdapat sejumlah korban yang diduga tertimbun material longsor dan belum berhasil dievakuasi dari lokasi bencana.

 

Polda Jawa Barat melalui Kabid Humas juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan keselamatan para petugas di lapangan serta memberikan dukungan moril kepada keluarga korban yang masih menantikan kabar.

Kami memohon doa agar seluruh personel SAR, TNI-Polri, tenaga medis, relawan, rekan media, serta keluarga korban diberikan kekuatan dan keselamatan dalam proses kemanusiaan ini,” tutup Kombes Hendra.

 

 

 

 

Bandung, 26 Januari 2026
Dikeluarkan oleh: Bidhumas Polda Jawa Barat

Editor: AM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA