Miris Prajurit TNI Dapat Bogem Mentah dan di Fitnah Usai Meredam Perkelahian di Turnamen Trofeo Mini Soccer di Medan

waktu baca 3 menit
Jumat, 6 Mar 2026 06:00 72 Penulis : Mfs

Detikkasus.co.id, Kota Medan – Ajang acara turnamen tropeo mini soccer yang diadakan di Gedung Johor mini soccer, jln Eka Resmi Kec Medan Johor kota Medan, yang di selenggarakan Oleh Arena Mini League (AML) Medan ,Acara Pertandingan dimulai pukul 09 : 00 WIB s/d. 10 : 00 WIB diikuti team Tunas FC VS team Armons, Awalnya pertandingan berlangsung kondusif dimenangkan Oleh team Tunas FC, Akan tetapi diakhir laga pertandingan team Tunas FC ingin bersalaman kepada pemain team Armons, Malah mendapatkan hal yang tidak sportif yaitu team Armons Menolak bersalaman,team Tunas FC pun tidak mempermasalahkan nya,Jumat (06/03/2026).

Kemudian salah satu pemain tunas FC menepuk Pundak salah satu pemain Armons, team Armons malah menuduh pemain tunas FC mendorong nya akhirnya perkelahian pun tak terhindarkan,kebetulan dilapangan ada prajurit TNI Praka W yang ikut turnamen tersebut bergabung dengan tunas FC, Sebuah tindakan spontan Praka W untuk meredam perkelahian yang terjadi, prajurit TNI tersebut malah mendapatkan bogem mentah dari beberapa pemain Armons,Praka W pun sampai tersungkur ketanah dan mendapatkan luka lebam dibagian pinggang dan kaki nya,

Saat dikonfirmasi Praka W menjelaskan, ‘ iya mas,saat kejadian saya coba melerai akan tetapi malah saya yang kena hantam sampai-sampai saya tersungkur ke tanah mas, di keroyok saya mas, ada sih ini luka lebam nya mas saya mau Laporan juga ke polisi mas soalnya saya malah di fitnah, katanya saya ngancem-ngancem dan intimidasi terduga pelaku, padahal yah mas saya kesana itu mau mendamaikan kedua belah pihak,awal nya saya sih mau nya damai-damai aja mas, tapi dengan adanya muka saya di posting terus saya dituduh ini itu mas, saya jadi ambil jalur hukum aja mas mereka sudah keterlaluan,itu sama saja mencoreng nama baik saya serta institusi TNI, biar aja nanti pihak kepolisian saja mas yang menyelesaikan, negara kita kan negara hukum mas dan saat taat dan patuh atas hukum,tuturnya

Meneger mini soccer Ridho saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian perkelahian tersebut,’ Iya betul pak memang ada kejadian,saya juga dapat informasi nya dari anggota saya dilapangan,saya sih belum tau kronologis nya seperti apa karna saat kejadian sampai sekarang saya masih diluar pak,ucapnya saat di konfirmasi melalu aplikasi telepon WhatsApp messenger.

Diwaktu terpisah Jeremi sebagai fender pun membenarkan kejadian tersebut,iya pak betul yang anggota TNI tersebut misahin pak,saya sudah mengshare juga Oknum para terduga pelaku dari team Armons yang kita blacklist pak dan diumumkan di semua media sosial Grup AML,saya sudah jelaskan juga kronologis kejadian dan konsekuensi nya atas tindakan mereka,tutupnya saat di konfirmasi melalu aplikasi telepon WhatsApp messenger.

 

Kondisi tersebut membuat Praka W berada dalam posisi yang cukup dilematis. Niatnya untuk menghentikan keributan justru dipersepsikan berbeda oleh pihak tertentu.

Padahal dalam situasi keributan seperti yang terjadi di lapangan olahraga, kehadiran seseorang yang berinisiatif memisahkan pihak yang bertikai sering kali menjadi faktor penting untuk mencegah konflik berkembang menjadi lebih besar.

Menyikapi laporan tersebut, Praka W menyatakan tidak tinggal diam.berencana menempuh langkah hukum agar kronologi kejadian dapat diluruskan secara objektif.

Saat ini pihak yang diduga sebagai oknum terduga keributan masih dalam proses penelusuran. Identitas pelaku yang diduga memicu perkelahian di lapangan juga disebut masih dicari untuk memastikan duduk perkara sebenarnya.

Peristiwa ini pun memunculkan refleksi di tengah masyarakat mengenai pentingnya melihat suatu kejadian secara utuh dan proporsional. Dalam situasi yang penuh emosi seperti keributan di arena olahraga, tindakan spontan untuk melerai sering kali dilakukan demi menjaga ketertiban dan mencegah hal yang lebih buruk terjadi.

Sementara itu, Praka W berharap proses hukum dapat berjalan secara objektif sehingga fakta yang sebenarnya dapat terungkap, dan niat baiknya untuk menghentikan keributan tidak disalah artikan oleh pihak mana pun.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA