Masih Banyak Pengendara Salah Memahami Lampu Kuning, Polisi Ingatkan: Bukan Saatnya Tancap Gas

waktu baca 2 menit
Rabu, 29 Jul 2026 04:30 93 Redaksi Jambi

JAMBI – Kesadaran berlalu lintas masyarakat masih menjadi perhatian serius. Hingga kini, masih banyak pengendara yang keliru mengartikan lampu lalu lintas berwarna kuning sebagai kesempatan untuk menambah kecepatan agar bisa melewati persimpangan sebelum lampu berubah merah.

Padahal, anggapan tersebut sangat berbahaya dan bertentangan dengan prinsip keselamatan berlalu lintas. Lampu kuning bukanlah isyarat untuk menerobos, melainkan tanda peringatan agar pengendara mengurangi kecepatan dan bersiap berhenti dengan aman sebelum memasuki persimpangan.

Melalui edukasi yang disampaikan Bidang Humas Polda Jambi, masyarakat diingatkan bahwa beberapa detik waktu yang dihemat dengan menerobos lampu kuning tidak sebanding dengan risiko kecelakaan yang dapat mengancam keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Persimpangan merupakan salah satu titik dengan potensi kecelakaan yang cukup tinggi. Ketika pengendara tetap memaksakan melaju saat lampu kuning menyala, risiko tabrakan dengan kendaraan dari arah lain akan meningkat, terutama ketika lampu telah berganti hijau bagi pengguna jalan yang lain.

Polda Jambi mengajak seluruh masyarakat untuk mengubah pola pikir bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam berkendara. Pengendara diimbau untuk:

  • Mengurangi kecepatan saat lampu kuning mulai menyala.
  • Bersiap menghentikan kendaraan secara aman.
  • Tidak memaksakan diri menerobos persimpangan.

Kepatuhan terhadap rambu dan lampu lalu lintas bukan hanya bentuk ketaatan terhadap aturan, tetapi juga wujud kepedulian terhadap keselamatan bersama.

“Utamakan keselamatan, bukan kecepatan. Beberapa detik yang Anda hemat tidak akan berarti jika harus dibayar dengan kecelakaan. Ingat, keluarga menunggu Anda pulang ke rumah dengan selamat.”

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas, diharapkan angka pelanggaran maupun kecelakaan di jalan raya dapat terus ditekan, sehingga tercipta budaya berlalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA