TANJUNG JABUNG TIMUR – Persoalan tanah hibah yang selama ini menjadi kendala bagi pembangunan dan legalitas , akhirnya mulai menemukan titik terang.
Hal itu terungkap dalam pertemuan yang digelar pada Kamis, 13 Agustus 2026, di Kelurahan Simpang Tuan, Tanjung Jabung Timur. Pertemuan tersebut dihadiri Sekretaris DPD KSPSI AGN, komite sekolah, tokoh masyarakat, Ketua LPM, lurah, serta perwakilan Polsek setempat.
Kehadiran Sekretaris DPD KSPSI AGN memenuhi undangan komite sekolah untuk ikut membantu mencarikan solusi atas persoalan tanah hibah yang selama ini belum kunjung tuntas.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan mulai mengerucut pada penyelesaian administrasi tanah hibah yang nantinya akan menjadi dasar penerbitan sertifikat.
Karwil menyampaikan bahwa dalam waktu dekat tanah tersebut ditargetkan dapat diproses untuk dibuatkan sertifikat.
KSPSI AGN pun menunjukkan komitmennya dengan membantu secara sukarela dalam proses akomodasi dan administrasi, termasuk membantu penyusunan surat hibah hingga proses pengurusan Sertifikat Hak Milik (SHM).
Menariknya, dari kebutuhan dana yang diperkirakan mencapai sekitar Rp25 juta, KSPSI AGN menyatakan kesediaannya membantu sekitar Rp5 juta secara sukarela.
“Ini semata-mata untuk membantu penyelesaian persoalan tanah sekolah. Harapan kami, anak-anak bisa belajar dengan tenang dan mendapatkan fasilitas pendidikan yang lebih baik,” demikian semangat yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Penyelesaian persoalan tanah sekolah ini mendapat perhatian dari berbagai pihak. Sebab, kepastian status tanah menjadi salah satu bagian penting untuk menjamin keberlangsungan pembangunan dan pengelolaan fasilitas pendidikan.
Pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut akhirnya menghasilkan optimisme baru. Setelah bertahun-tahun belum menemukan penyelesaian, persoalan tanah hibah SD 208 SP Tuan kini mulai memasuki babak baru.
Bukan sekadar soal sertifikat, tetapi tentang memastikan hak dan masa depan anak-anak untuk belajar di atas tanah yang memiliki kepastian hukum.
KSPSI AGN menegaskan bahwa keterlibatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung dunia pendidikan di Tanjung Jabung Timur.
Tidak ada komentar