TRAGEDI BERDARAH: Kapal Pengangkut BBM Meledak di Ketapang, Praktik Distribusi Gelap Mulai Terkuak

waktu baca 2 menit
Minggu, 3 Mei 2026 19:51 122 Redaksi : Rd

Poto Ledakan Hebat Kapal Pengangkut  BBM Ilegal

 

KETAPANG,KALBAR Detikkasus co.id –  Sebuah insiden maut yang mengguncang ketenangan warga terjadi di Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Sebuah kapal kayu yang bermuatan penuh Bahan Bakar Minyak (BBM) dilaporkan meledak hebat pada Sabtu malam, 2 Mei 2026.

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula sekitar pukul 22.30 WIB saat kapal sedang bersandar di sungai, tepat di belakang pemukiman padat penduduk. Menurut kesaksian warga di lokasi:

• Ledakan Hebat: Suara dentuman keras terdengar hingga membuat rumah-rumah di sekitar bergetar, disusul dengan munculnya api yang langsung membesar.

• Lautan Api: Karena kapal memuat berbagai jenis BBM seperti Pertalite, Solar, dan Pertamax, api dengan sangat cepat melahap seluruh badan kapal hingga sempat menjalar di atas permukaan air sungai.

• Upaya Warga: Warga sempat berusaha memotong tali kapal agar api tidak merambat ke dermaga dan pemukiman, namun besarnya api menyulitkan proses evakuasi.

Data Korban dan Kerugian dari informasi yang dihimpun, terdapat total 6 Anak Buah Kapal (ABK) yang berada di atas kapal saat kejadian:

1 Orang Meninggal Dunia/Hilang: Dilaporkan satu orang tewas (sebelumnya dinyatakan hilang hingga pencarian dini hari).

4 Orang Luka Bakar Serius: Para korban luka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

1 Orang Selamat: Berhasil meloloskan diri dari kobaran api.

Dugaan Distribusi Gelap

Kejadian ini memicu sorotan tajam mengenai legalitas operasional kapal tersebut. Kapal tersebut diketahui tidak hanya membawa BBM dalam jumlah besar, tetapi juga membawa tabung oksigen dan bahan kebutuhan pokok. Banyak pihak mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas asal-usul minyak tersebut dan izin distribusi di wilayah perairan Ketapang, karena insiden ini diduga kuat berkaitan dengan praktik distribusi BBM gelap yang berisiko tinggi bagi keselamatan masyarakat.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi otoritas pelabuhan dan kepolisian untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas bongkar muat BBM ilegal di sepanjang aliran sungai Ketapang guna mencegah tragedi serupa terulang kembali.

TimLiputan: Detikkasus Kalbar

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA