PONTIANAK, Detikkasus.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi tumpuan harapan masyarakat di Kalimantan Barat (Kalbar) menghadapi kendala serius. Sebanyak 74 lokasi penyelenggaraan MBG dilaporkan resmi ditutup sementara akibat buruknya fasilitas sanitasi dan akses air bersih yang tidak memadai.
| Wilayah | Lokasi/Kecamatan Terdampak |
| Sintang & Sekadau | Sungai Tebelian (Sintang), Belitang, Belitang Hilir, Nanga Mahap, Sekadau Hulu, dan Sekadau Hilir. |
| Sanggau | Bonti, Meliau, Tayan Hilir, Toba, Parindu, Sekayam, dan Kembayan. |
| Landak & Kubu Raya | Mempawah Hulu, Sebangki, Rasau Jaya (1 & 3), Sungai Ambawang, dan Sungai Raya. |
| Bengkayang & Sambas | Teriak, Sanggau Ledo, Samalantan, Monterado, Jagoi Babang, Seluas, Sungai Betung, Jawai, Paloh, Pemangkat, Sejangkung, Selakau Timur, hingga Teluk Keramat. |
| Kapuas Hulu | Bunut Hulu, Putussibau Selatan, Putussibau Utara, Selimbau, dan Suhaid. |
| Pontianak & Singkawang | Pontianak Barat, Pontianak Selatan, serta seluruh kecamatan di Singkawang (Barat, Timur, Tengah, Selatan, dan Utara). |
| Ketapang & Kayong Utara | Delta Pawan, Benua Kayong, Manis Mata (Ketapang), Simpang Hilir, Sukadana, dan Teluk Batang (Kayong Utara). |
Langkah tegas ini diambil guna mencegah terjadinya masalah kesehatan bagi para penerima manfaat, terutama anak-anak sekolah yang menjadi sasaran utama program ini.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ke-74 titik tersebut dinilai tidak memenuhi standar kelayakan kesehatan. Beberapa masalah utama yang ditemukan meliputi:
Ketiadaan Air Bersih: Saluran air yang tidak berfungsi menghambat proses pencucian bahan makanan dan peralatan makan.
Toilet Rusak: Fasilitas jamban yang tidak layak pakai serta sistem pembuangan limbah yang buruk.
Risiko Kontaminasi: Lingkungan yang tidak higienis dikhawatirkan dapat memicu penyebaran penyakit melalui makanan (foodborne diseases).
Pihak berwenang di Kalimantan Barat menyatakan bahwa penutupan ini bersifat sementara hingga dilakukan perbaikan infrastruktur. Pemerintah daerah didesak untuk segera mengalokasikan anggaran renovasi sanitasi agar program MBG bisa kembali berjalan.
“Kami tidak ingin program yang niatnya baik ini justru menjadi sumber masalah kesehatan baru. Standar operasional prosedur (SOP) mengenai kebersihan harus dipenuhi 100% sebelum operasional dibuka kembali,” tulis pernyataan resmi pihak terkait.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap agar perbaikan dilakukan dengan cepat sehingga anak-anak di pelosok Kalimantan Barat dapat kembali menikmati asupan gizi yang layak dalam lingkungan yang sehat.
Tidak ada komentar