Program Makanan Bergizi Gratis di Kubu Raya Berujung Mencekam: 11 Siswa SDN 23 Desa Durian Keracunan Nyawa Anak Sekolah Jadi Taruhan, DPRD Kubu Raya Desak Evaluasi Total Program Makanan Bergizi Gratis!

waktu baca 3 menit
Kamis, 23 Apr 2026 20:04 87 Redaksi : Rd

SUNGAI AMBAWANG KALIMANTAN BARAT DETIKKASUS CO.ID – Suasana jam istirahat makan siang di SD Negeri 23 Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, yang seharusnya penuh keceriaan mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa. Satu per satu siswa dilaporkan mengalami mual hingga muntah-muntah hebat sebelum mereka sempat menghabiskan porsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan, Kamis (23/4).

Tercatat sebanyak 11 siswa mengalami gejala keracunan yang serupa. Akibat kondisi yang mengkhawatirkan, enam siswa terpaksa dilarikan dan dirujuk ke Rumah Sakit Medika Djaya Pontianak untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Sementara lima siswa lainnya yang mengalami gejala ringan mendapatkan perawatan di tingkat desa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Wan Iwansyah, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa gejala mulai menyerang para siswa sekitar 90 menit setelah makanan dikonsumsi.

“Para siswa mulai makan sekitar pukul 10.00 WIB. Keluhan utama yang muncul adalah mual, muntah, dan sakit perut yang melilit. Bahkan, ada beberapa anak yang belum selesai makan sudah langsung merasakan gejala tersebut,” ujar Wan Iwansyah.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi para siswa mulai stabil. Dari enam orang yang dirawat di rumah sakit, empat di antaranya telah diperbolehkan pulang. Namun, dua siswa lainnya masih harus menjalani perawatan intensif di bawah pengawasan medis karena mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan yang cukup serius.

Dugaan Bahan Tidak Segar

Dinas Kesehatan Kubu Raya bergerak cepat dengan menurunkan tim investigasi ke lapangan. Sampel makanan dari menu hari itu telah diambil untuk diuji secara laboratoris di Balai POM. Investigasi awal mengarah pada menu ayam goreng bawang putih yang diduga kuat menjadi penyebabnya.

“Dugaan sementara, keracunan berasal dari menu ayam goreng bawang putih. Ada indikasi bahan baku yang digunakan kurang segar,” tambahnya.

Atas kejadian ini, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama mitra penyedia dapur telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Mereka menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas insiden ini, termasuk menanggung seluruh biaya pengobatan para siswa yang terdampak.

Desakan Evaluasi Total

Camat Sungai Ambawang, Jurin, yang turun langsung menjenguk para korban di rumah sakit memastikan bahwa kondisi lapangan terus dipantau. “Kami pastikan anak-anak mendapat perawatan terbaik. Saat ini fokus kita adalah pemulihan dua siswa yang masih dirawat karena kekurangan cairan,

Namun, insiden ini memicu reaksi keras dari DPRD Kabupaten Kubu Raya. Ketua Komisi IV DPRD Kubu Raya, Muhammad Amri, mendesak adanya evaluasi total terhadap seluruh alur pengelolaan program MBG di wilayah tersebut.

“Ini adalah peringatan keras. Kami mendesak evaluasi total. Harus ada sanksi tegas jika ditemukan unsur kelalaian dalam penyediaan makanan. Ini menyangkut keselamatan dan nyawa anak-anak”

Ia juga meminta agar seluruh dapur penyedia makanan diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan standar keamanan pangan (food safety) terpenuhi. Kejadian ini menjadi pengingat bagi pemerintah dan penyedia jasa bahwa program pangan untuk anak sekolah tidak boleh memiliki celah risiko sekecil apa pun.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA