KALIMANTAN BARAT.SAMBAS, Detikkasus co.id – Proyek pembangunan infrastruktur strategis di Kabupaten Sambas kini tengah menjadi sorotan tajam masyarakat dan pegiat antikorupsi. Proyek dengan tajuk “Peningkatan Daerah Irigasi Rawa Tebas Komplek (Kebun Jeruk), Kabupaten Sambas” yang berada di bawah naungan Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak, diduga kuat sarat penyimpangan dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis di lapangan.
Berdasarkan data yang terpampang pada papan proyek, pekerjaan ini dikerjakan oleh PT. Anugrah Bayuarya Perkasa dengan nilai kontrak fantastis, yakni mencapai Rp 22.794.979.000,00.
Proyek yang dijadwalkan selesai dalam jangka waktu 210 hari kalender ini mulai menuai kritik dari berbagai pihak. Kuat dugaan, kualitas material dan metode pengerjaan di lapangan jauh dari harapan serta tidak sesuai dengan perencanaan awal (bestek) yang telah ditetapkan.
“Kami menemukan beberapa kejanggalan dalam pelaksanaan proyek ini. Spesifikasi teknis yang seharusnya dipatuhi disinyalir diabaikan demi meraup keuntungan pribadi atau kelompok,” ujar salah satu sumber di lapangan yang enggan disebutkan namanya.
Ketidaksesuaian ini memicu kekhawatiran publik bahwa hasil pembangunan irigasi tersebut tidak akan bertahan lama dan justru akan merugikan keuangan negara, mengingat nilai proyek yang sangat besar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor, PT. Anugrah Bayuarya Perkasa, maupun pihak terkait dari Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan ketidaksesuaian spesifikasi proyek tersebut.
Tim redaksi Detikkasus akan terus melakukan investigasi mendalam terkait dugaan penyimpangan dalam proyek bernilai puluhan miliar rupiah ini dan akan mengonfirmasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum, agar proyek strategis nasional ini tidak disalahgunakan.
(Tim/Red) Investigasi Detikkasus co.id Kalbar
Tidak ada komentar