Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur, Teguhkan Semangat Polri Presisi dan Kebangsaan

waktu baca 2 menit
Sabtu, 20 Jun 2026 11:13 26 JBG Ynie

JOMBANG,detikkasus.co.id– Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026 mendatang, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. melakukan ziarah ke makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di kompleks pemakaman keluarga Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (20/6/2026).

Kedatangan Kapolri disambut langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin. Dalam penyambutan tersebut, Kapolri menerima pengalungan surban sebagai bentuk penghormatan sebelum melaksanakan rangkaian ziarah.

Dengan mengenakan peci hitam, Jenderal Listyo Sigit Prabowo kemudian memanjatkan doa di pusara Gus Dur serta melakukan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh bangsa yang dikenal memiliki jasa besar dalam perjalanan demokrasi dan kebangsaan Indonesia.

Ziarah tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, namun juga refleksi sejarah dan penghormatan kepada para tokoh bangsa yang telah memberikan kontribusi besar bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Gus Dur yang menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia ke-4 pada periode 20 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001 dikenal sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai demokrasi, pluralisme, dan toleransi. Selama masa kepemimpinannya, berbagai agenda reformasi terus diperkuat, termasuk mendorong profesionalisme militer serta supremasi sipil dalam sistem pemerintahan.

Salah satu tonggak penting yang lahir pada era kepemimpinan Gus Dur adalah dikukuhkannya pemisahan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui TAP MPR Nomor VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dan Polri serta TAP MPR Nomor VII Tahun 2000 tentang Peran TNI dan Polri. Kebijakan tersebut menjadi landasan penting dalam penguatan profesionalisme institusi Polri hingga saat ini.

Di mata masyarakat, KH. Abdurrahman Wahid dikenang sebagai “Bapak Pluralisme” karena komitmennya dalam menjaga keberagaman bangsa serta memperjuangkan toleransi antaragama, antaretnis, dan antargolongan di Indonesia.

Melalui ziarah ini, Kapolri tidak hanya mengenang jasa-jasa Gus Dur, tetapi juga meneguhkan komitmen Polri untuk terus menjaga persatuan, melayani masyarakat secara profesional, serta mengawal nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan para pendiri dan tokoh bangsa Indonesia.(Naiy)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA