Detik-Detik Bendera Jatuh di Palagan Bojongkokosan, Paskibra Tetap Sigap

waktu baca 2 menit
Senin, 17 Agu 2026 08:31 62 Biro Kab Sukabumi

Detikkasus.co.id|SUKABUMI -Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Monumen Pahlawan Palagan Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, diwarnai insiden teknis saat pengibaran Sang Merah Putih Senin,17/08/2026.

Bendera yang telah berada di ujung tiang tiba-tiba terlepas dari cantolan penghubung tali dan kemudian jatuh. Insiden tersebut sempat mengejutkan peserta upacara dan tamu undangan yang hadir.

Camat Parungkuda Hasanudin, S.STP., M.Si dalam keterangannya kepada media menyampaikan bahwa kejadian tersebut berada di luar dugaan dan tidak ada indikasi lain di balik insiden tersebut.

“Ini di luar dugaan dan tidak ada indikasi lain. Kami tentu menyayangkan kejadian ini. Saat gladi resik terakhir, kami menggunakan perlengkapan yang sama dan tidak terjadi apa-apa,” ujarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui terdapat persoalan pada mekanisme tali penghubung. Seharusnya terdapat pembatas agar tali tidak langsung masuk hingga ke bagian ujung tiang. Kondisi tersebut diduga membuat cantolan bendera bertemu dengan besi sehingga terbuka dan menyebabkan bendera terlepas.

Meski demikian, Camat Parungkuda bersama Forkopimcam tetap memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Paskibra Kecamatan Parungkuda yang dinilai telah menjalankan tugas dengan luar biasa.

Apresiasi khusus diberikan karena setelah insiden terjadi, anggota Paskibra dengan sigap mengambil inisiatif untuk mengamankan dan melipat kembali bendera.

“Ini menjadi pelajaran dan perhatian ke depan bagi panitia agar lebih teliti dalam memeriksa seluruh perlengkapan sebelum pelaksanaan upacara,” lanjutnya.

Dewan Teddy Setiadi yang hadir dalam kegiatan tersebut juga memberikan semangat dan apresiasi kepada para anggota Paskibra Parungkuda. Ia menegaskan bahwa insiden tersebut bukan kesalahan para anggota Paskibra, melainkan persoalan teknis dalam pelaksanaan pengibaran.

“Anak-anak Paskibra sudah luar biasa. Ini bukan kesalahan anggota Paskibraka, tetapi kesalahan teknis dalam acara,” ungkap Teddy.

Upacara tersebut turut dihadiri seluruh kepala desa se-Kecamatan Parungkuda, Kepala Puskesmas, Kepala KUA, unsur Forkopimcam, serta berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat lainnya.

Insiden tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi agar seluruh perlengkapan upacara, khususnya perangkat pengibaran bendera, dapat diperiksa secara lebih teliti sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang pada pelaksanaan upacara berikutnya.

(Sandra Wijaya)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA