filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 33; Sungai Penuh – Kondisi parkir kendaraan roda dua di depan Pasar Tanjung Bajure, Kota Sungai Penuh, kembali terlihat semrawut saat tidak ada relawan yang membantu mengatur dan menata kendaraan milik pengunjung pasar.Rabu, 15 Juli 2026.
Sejumlah masyarakat mengaku kesulitan saat hendak mengambil sepeda motor karena posisi kendaraan yang saling berhimpitan dan sebagian stang dalam keadaan terkunci.
Salah seorang pengunjung pasar mengatakan bahwa keberadaan relawan parkir selama ini cukup membantu masyarakat.
“Hari ini tidak ada tukang parkir, mau keluarkan motor susah karena motor yang di belakang stangnya terkunci,” ujarnya.
Menurutnya, saat ada relawan yang membantu menata kendaraan, pengunjung lebih mudah memarkir maupun mengeluarkan motor setelah selesai berbelanja.
“Kalau ada tukang parkir, motor ada yang bantu mengeluarkan dan menyusun, jadi kita tidak was-was saat berbelanja,” tambahnya.
Masyarakat juga menyoroti peran Dinas Perhubungan Kota Sungai Penuh dalam penataan parkir di kawasan pasar. Mereka menilai, ketika ada relawan yang berupaya membantu menertibkan kendaraan, kerap muncul persoalan terkait legalitas dan status pengelolaan parkir yang disebut gratis.
Warga berpendapat, apabila kawasan tersebut memang merupakan area parkir gratis, maka seharusnya Dinas Perhubungan menempatkan petugas untuk membantu mengatur dan menertibkan kendaraan agar tidak menimbulkan kemacetan maupun kesulitan bagi pengunjung.
“Kalau memang parkir gratis, seharusnya ada petugas yang diturunkan untuk mengatur kendaraan. Yang penting masyarakat nyaman dan tertib,” ujar seorang warga lainnya.
Sejumlah warga juga menjelaskan bahwa relawan yang selama ini membantu mengatur kendaraan tidak secara aktif meminta biaya parkir kepada pengunjung. Menurut mereka, uang yang diterima relawan umumnya merupakan pemberian sukarela dari pemilik kendaraan sebagai bentuk apresiasi atas bantuan yang diberikan.
Hingga berita ini ditulis, masyarakat masih berharap adanya solusi dari Dinas Perhubungan Kota Sungai Penuh agar penataan parkir di kawasan Pasar Tanjung Bajure dapat berjalan lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh pengunjung.
Tidak ada komentar