KALIMANTAN BARAT.SANGGAU, Detikkasus co.id – Upaya penanggulangan masalah pemenuhan gizi anak di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, tampaknya masih menghadapi tantangan besar. Meski Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat telah resmi berjalan sejak Februari 2025 lalu, data terbaru menunjukkan angka kasus stunting di wilayah ini justru belum menunjukkan tren penurunan yang signifikan.
Berdasarkan data terkini yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau untuk tahun 2026, prevalensi stunting di daerah tersebut tercatat berada di angka 21,82 persen. Angka ini menunjukkan adanya kenaikan sebesar 1,32 persen jika dibandingkan dengan periode sebelum program MBG tersebut digulirkan.
Kenaikan angka ini memicu perhatian dari berbagai pihak, mengingat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu pilar utama yang diandalkan untuk memperbaiki status gizi anak-anak secara nasional.
Pengamat kebijakan daerah menilai bahwa program pemberian makanan tambahan tidak bisa berdiri sendiri. Diperlukan evaluasi menyeluruh terkait konsistensi distribusi, ketepatan sasaran, serta kualitas gizi yang disajikan di lapangan. Selain faktor makanan, intervensi terhadap faktor lingkungan seperti akses air bersih, sanitasi yang layak, serta edukasi pola asuh kepada orang tua juga memegang peranan yang sangat krusial.
Pihak Dinas Kesehatan Sanggau bersama instansi terkait dikabarkan tengah melakukan pemetaan ulang dan evaluasi mendalam guna mencari tahu akar penyebab kenaikan persentase tersebut, agar program MBG ke depannya dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Reporter: Detikkasus.co.id
Tidak ada komentar