Antrian Panjang Kendaraan Roda Dua dan Empat di Depan 2 SPBU Kota Langsa Masih Terjadi, Pemko Langsa Dan DPRK Masih Bungkam Belum Terdengar Suaranya.

waktu baca 3 menit
Sabtu, 18 Jul 2026 00:34 135 Perwakilan Aceh

Detikkasus.co.id, Kota Langsa – Antrian panjang kendaraan roda dua dan roda empat di depan 2 SPBU di Kota Langsa masih terjadi hingga ini. Kemacetan mengular hingga ratusan meter dan mengganggu arus lalu lintas.

Pantauan media detikkasus.co.id, perwakilan Aceh, Sabtu, 17 Juli 2026 di Dua SPBU yang terdampak padatnya antrian yakni SPBU Harapan di Jalan Protokol Jenderal Ahmad Yani, Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota, Aceh dan SPBU Matang Seulemeng, Kecamatan Langsa Barat

Antrian capai 500 meter Sejak subuh
Pantauan di lapangan sejak pukul 07.00 WIB, kendaraan sudah mengular. Pengendara motor rela antri hingga 1-5 jam untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite dan solar.

Sudah hampir satu bulan seperti ini. Saya antri dari jam 5 pagi, belum dapat, tadi malam saya habis minyak di depan terminal baru, saya dorong kereta sampai SPBU matang Seulimeng, sudah antri lama, minyak di SPBU habis pula, semua yang antri bubar, dan pagi ini saya antri di SPBU Harapan ini, sudah dua jam belum sampai di depan pompa minyak, sebut Norman warga Gampong Simpang Lhee, Langsa Barat dengan wajah lelah

Untuk kendaraan roda empat, kedua SPBU ini antrian paling panjang terjadi, Mobil pribadi dan angkutan barang harus bergantian masuk karena badan jalan tersendat.

Salah satu supir truk yang antri di SPBU Harapan, Ismail (54 tahun) berpendapat Paling aneh, di alami warga Kota Langsa, waktu pasca banjir antrian juga pernah terjadi di dua SPBU ini, wajar karena baru saja terjadi banjir besar, listrik mati, distribusi minyak mungkin tersendat karena banyak jalan rusak, kendaraan angkut payah lewat,

“Nah sekarang sudah normal, apa lagi penyebabnya sehingga minyak jadi jarang ada, memang pemerintah Republik Indonesia saat ini sudah tidak mampu lagi siap kan minyak, karena sudah banyak kendaraan, produksi minyak semakin berkurang, sudah itu di pengaruhi oleh situasi politik di dalam negeri tidak stabil, masih ada ribut sana ribut sini”, sebut salah supir truk angkut bahan pertanian dari Banda Aceh ini.

Antrian panjang kendaraan roda dua dan empat di dua SPBU dalam Kota Langsa ini tidak akan pernah habisnya, jika upaya pemerintah Kota Langsa tidak bergeming menyurati pemerintah pusat dan pertamina, banyak santai, kerja bawahan pun sudah seperti alat tukang kayu, pahat dan Martel, di ketok dulu baru jalan, kedua, para petinggi di kota Langsa seperti pasrah saja, anggota DPRK saja yang jelas wakil rakyat pun tidak bersuara, seperti DPRK tidak ada di Kota Langsa ini, sebut tokoh masyarakat yang minta namanya jangan ditulis awak media.

” Di mana suara anggota DPRK, rakyat sudah menderita seperti ini sudah hampir satu bulan antri minyak belum juga usai, mana suaranya kami kepingin dengar suaranya, atau jangan -jangan anggota DPRK Kota Langsa tidak berani menyuarakan atau memperjuangkan keluhan masyarakat seperti ini, tekan Pertamina kek, tanya mereka apa sebab minyak tidak lancar di pasok ke SPBU, masak kami sebagai masyarakat harus ajari anggota DPRK”, ucapnya.

Pemerintah Kota Langsa dan DPRK belum terkonfirmasi hingga saat ini tentang antrian panjang kendaraan masyarakat di dua SPBU di dalam Kota Langsa sampai berita ini di tayangkan.(AC.035)

Perwakilan Aceh

Mustafa
NIR : 035/RED/DK/2026
Phone +62 812 1554 8142

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA