Dinas Koperindag dan Asisten I Pemko Langsa Diduga Tak Pernah Sidak ke SPPU, Saat Minyak Langka dan Antrian Panjang Kendaraan SPBU

waktu baca 2 menit
Selasa, 14 Jul 2026 17:36 162 Perwakilan Aceh

Detikkasus.co.id, Kota Langsa – Kelangkaan minyak, perliter, Pertamax, solar dan antrian panjang kendaraan di sejumlah SPBU dalam Kota Langsa beberapa pekan terakhir menjadi sorotan. Namun hingga kini, diduga Dinas Koperindag Kota Langsa dan Asisten I Pemko Langsa belum pernah terlihat melakukan sidak langsung ke lapangan.

Kondisi ini memicu kekecewaan warga dan pengendara yang menilai pengawasan pemerintah Kota Langsa tidak maksimal.

Erman, warga Gampong Lhok Banie, Kecamatan Langsa Barat mengaku kepada media detkkasus.co.id, Perwakilan Aceh, Selasa, 14 Juli 2026 sudah 3 kali mengantri BBM sejak pukul 06.00 WIB, di SPBU Jalan Prof.Majid Ibrahim Gampong Matang Seulemeng mengeluh, sudah antri lama cuma hanya dapat 3 liter saja untuk kendaraannya.

“Antrian sampai ke jalan. Ada yang ribut karena berebut. Kami heran, kenapa dari Dinas Koperindag dan Asisten I Pemko tidak ada yang turun cek ke SPBU, masak mereka tidak tahu,” ujarnya.

Senada disampaikan supir mini bus. Ia menilai kelangkaan minyak dan penumpukan kendaraan di semua SPBU yang ada dalam Kota Langsa harus kita antri, penumpang jadi lambat sampai tujuan, dan ini sudah berlangsung hampir 2 minggu.

“Yang ada kami lihat cuma polisi dan petugas Dishub berjaga-jaga. Dari Pemko Langsa, khususnya Koperindag dan Asisten I, tidak pernah nampak. Padahal ini tugas mereka mengawasi kebutuhan pokok dan distribusi minyak,” katanya.

Masyarakat lain juga mengomentari kelangkaan minyak di beberapa SPBU dalam Kota Langsa anggota DPRK fungsinya sebagai Pengawasan sepertinya Jalan di Tempat. Anggota Komisi II DPRK Langsa, juga tidak terdengar suara nya membela kepentingan masyarakat, dan kami sangat menyayangkan lambatnya respon pemerintah Kota Langsa.

“Ini sudah masuk ranah kebutuhan dasar masyarakat. Koperindag itu tupoksinya pengawasan distribusi dan harga. Asisten I juga membidangi perekonomian serta DPRK sebagai pengawasan seharusnya rutin sidak, bukan hanya rapat,” tegasnya.

Masyarakat meminta Pemko Langsa segera turun ke lapangan untuk memastikan tersedianya BBM dan tidak ada aksi penimbunan serta distribusi tepat sasaran.

Tokoh masyarakat, Sayed S minta bukti nyata dan meminta Pemko Langsa tidak hanya berjanji. “Jangan sampai rakyat sudah capek antri, pemerintah baru bergerak setelah viral. Turun langsung, lihat, dan beri solusi. Itu yang kami butuhkan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, antrian kendaraan di beberapa SPBU di Kota Langsa masih terjadi, terutama pada pagi hari. (AC.035)

Perwakilan Aceh

Mustafa
NIR : 035/RED/DK/2026
Phone +62 812 1554 8142

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA