Detikkasus.co.id, CILEUNGSI | BOGOR – Dentuman letusan senjata api memecah kesunyian malam di Kampung Kirab, Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin malam (11/5/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Suasana yang semula tenang mendadak berubah menjadi kepanikan massal setelah seorang warga sipil bernama Simamora (32) roboh bersimbah darah usai diduga terkena tembakan di bagian dada kanan.
Korban kini dalam kondisi kritis dan menjalani penanganan intensif di RS Medika Kenari Cileungsi.
Berdasarkan hasil penelusuran di lokasi, insiden berdarah itu diduga melibatkan oknum anggota TNI AD. Dugaan ini menguat setelah ditemukan kartu identitas dan kartu tanda anggota yang diduga berkaitan dengan institusi militer dari salah satu pihak yang diamankan warga.
Menurut kesaksian warga, peristiwa bermula ketika dua unit mobil Avanza memasuki kawasan Kampung Kirab secara mencurigakan di tengah malam. Kehadiran kendaraan asing tersebut sontak memancing kecurigaan warga yang kemudian mendekat untuk menanyakan maksud kedatangan mereka.
Namun situasi mendadak berubah mencekam.
Seorang warga bernama Frans mengaku dirinya sempat diajak berbicara oleh orang-orang di dalam kendaraan. Tak lama kemudian, ia diduga dipaksa masuk ke dalam mobil, diinterogasi secara kasar, bahkan diborgol sambil ditanyakan soal lokasi dugaan gudang pengoplosan gas elpiji.
“Mereka bilang dari media. Saya dipaksa masuk, ditanya soal gudang gas. Karena saya jawab tidak tahu, saya dipukul dan tangan saya diborgol,
” ungkap Frans kepada warga usai kejadian.
Teriakan minta tolong Frans sontak mengundang perhatian warga sekitar. Dalam hitungan menit, puluhan warga mengepung kendaraan yang terparkir di lokasi.
Ketegangan memuncak.
Di tengah kepanikan itu, terdengar beberapa kali letusan senjata api memecah malam. Warga yang panik berhamburan menyelamatkan diri.
Tak lama kemudian, tubuh Simamora ambruk ke tanah setelah peluru diduga menembus dada kanannya.
“Begitu suara tembakan terdengar, korban langsung jatuh. Semua orang histeris,” ujar seorang saksi mata.
Pasca penembakan, sejumlah orang yang berada di lokasi diduga berupaya kabur. Namun amukan warga berhasil menggagalkan pelarian satu unit Toyota Avanza beserta tiga orang di dalamnya.
Ketiganya kemudian diamankan dan diserahkan ke Polsek Cileungsi guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pengamanan di lokasi, warga menemukan sejumlah barang bukti berupa kendaraan, identitas pribadi, serta kartu tanda anggota yang kini menjadi perhatian serius aparat.
Kasus ini sontak memicu sorotan publik luas. Warga mempertanyakan bagaimana pihak bersenjata dapat melakukan tindakan represif di tengah permukiman sipil hingga menyebabkan korban luka tembak kritis.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat maupun kepolisian terkait kronologi lengkap serta status hukum pihak-pihak yang diamankan.
Masyarakat mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini secara terbuka dan transparan.
Jika benar melibatkan oknum aparat bersenjata, publik menilai tidak boleh ada upaya menutup-nutupi. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu demi menjaga kepercayaan masyarakat dan mencegah keresahan meluas di wilayah Cileungsi.
(Dilangsir: https://www.suarapubliktvnews.com/2026/05/dooraksi-koboi-oknum-anggota-tni-diduga.html) Red
Tidak ada komentar