KPK Genjot Penyidikan Korupsi Proyek Jalan Mempawah, Enam Saksi Diperiksa Terkait Hitungan Kerugian Negara

waktu baca 2 menit
Sabtu, 25 Apr 2026 15:18 66 Redaksi : Rd

PONTIANAK, DETIKKASUS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi proyek peningkatan jalan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mempawah Tahun Anggaran 2015. Memasuki akhir April 2026, penyidik lembaga antirasuah ini fokus pada penghitungan kerugian keuangan negara.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa penyidik telah menjadwalkan dan memeriksa enam orang saksi dari unsur swasta dan konsultan pada Kamis (23/4) hingga Jumat (24/4). Pemeriksaan ini dilakukan untuk memperkuat bukti terkait konstruksi perkara yang diduga merugikan negara hingga Rp40 miliar.

Daftar Saksi yang Diperiksa

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keenam saksi tersebut adalah:

1. Hendra Masudi (Direktur CV Hera Jaya Consultant)

2. Hermansyah alias Maman (Wiraswasta)

3. Aisyah (Admin CV Archa Mulia Abadi)

4. Karnadi (Tenaga Pembantu CV Archa Mulia Abadi)

5. Muhammad Fauzi (Direktur CV Trimitra Graha Desain)

6. Catur Ludi Raharjo (Inspector CV Trimitra Graha Desain)

“Pemeriksaan saksi-saksi kali ini difokuskan untuk memfasilitasi auditor negara dalam menghitung kerugian negara (KN). Kami ingin memastikan angka pasti dari penyimpangan pada proyek dua ruas jalan tersebut,” ujar Budi Prasetyo dalam keterangannya kepada media di Gedung Merah Putih KPK.

Fokus pada Aliran Dana dan Peran Eks Pejabat

Kasus ini mencuat terkait proyek pembangunan Jalan Sekabuk–Sei Sederam dan Jalan Sebukit Rama–Sei Sederam yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2015. Saat itu, Kabupaten Mempawah dipimpin oleh Ria Norsan (Sekarang Gubernur Kalbar Terpilih).

Sejauh ini, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka, di antaranya Direktur Utama PT Aditama Borneo Prima, Lutfi Kaharuddin, serta dua orang penyelenggara negara yang identitasnya akan diumumkan secara resmi saat penahanan dilakukan.

Penyidik juga terus mendalami adanya dugaan perintah dari oknum pejabat tinggi daerah saat itu terkait pengaturan lelang dan aliran dana yang disinyalir mengalir ke sejumlah pihak keluarga pejabat. Ria Norsan sendiri diketahui telah menjalani pemeriksaan sebagai saksi sebanyak dua kali pada tahun lalu untuk memberikan keterangan terkait proses pengajuan anggaran.

Komitmen Penuntasan Kasus

KPK menegaskan bahwa penyidikan tetap berjalan on-track meskipun kasus ini merupakan perkara lama. Penggeledahan di sejumlah lokasi, termasuk rumah dinas dan pribadi pejabat terkait, telah dilakukan sebelumnya untuk menyita dokumen pendukung.

Masyarakat Kalimantan Barat, khususnya warga Mempawah, kini menunggu langkah tegas KPK untuk segera melimpahkan berkas perkara ini ke pengadilan agar kepastian hukum terhadap para tersangka segera terwujud.

Tim: Detikkasus

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA