Respon Cepat Konflik Buaya Muara Besar di Sambas, Tim Balai PK Pontianak Lakukan Evakuasi hingga Nekropsi

waktu baca 2 menit
Jumat, 29 Mei 2026 07:22 278 Redaksi : Rd

KALBAR.SAMBAS,Detikkasus co.id – Guna menjaga keselamatan warga sekaligus mengamankan satwa liar, Balai PK Pontianak bergerak cepat melaksanakan respon cepat penanganan konflik satwa jenis Buaya Muara. Kegiatan intensif ini dilangsungkan selama dua hari berturut-turut, tepatnya pada tanggal 20 hingga 21 Mei, bertempat di Dusun Sange Mangge, Desa Teluk Kembang, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat.

Langkah taktis penanganan ini diambil secara responsif untuk menindaklanjuti adanya laporan resmi dari masyarakat setempat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga sekitar diresahkan oleh kemunculan seekor buaya berukuran sangat besar di sekitar wilayah permukiman. Kehadiran reptil raksasa ini sempat menimbulkan kekhawatiran yang mendalam di tengah masyarakat terkait jaminan keselamatan jiwa mereka sehari-hari.

Merespon situasi darurat tersebut, Tim Respon Cepat Balai PK Pontianak langsung turun ke lapangan. Penanganan ini tidak dilakukan sendirian, melainkan melalui koordinasi dan sinergi yang solid bersama jajaran pemerintah desa, aparat keamanan dari unsur TNI dan Polri, warga masyarakat setempat, hingga tim dokter hewan profesional.

Seluruh tim gabungan tersebut saling bahu-membahu melaksanakan serangkaian proses mulai dari evakuasi, observasi lapangan yang mendalam, hingga dilanjutkan dengan pemeriksaan intensif terhadap buaya muara tersebut.

Namun, berdasarkan perkembangan penanganan terakhir yang berhasil dilaporkan, tindakan lanjutan terpaksa bergeser pada pemeriksaan medis pasca-kematian satwa. Berdasarkan hasil pemeriksaan menyeluruh dan tindakan nekropsi (bedah bangkai) yang dilakukan oleh tim dokter, petugas medis di lapangan telah mengambil beberapa sampel organ dalam satwa tersebut.

Sampel organ ini selanjutnya dikirim ke laboratorium khusus untuk pengujian lebih mendalam. Langkah pengujian laboratorium ini dinilai sangat krusial guna memperkuat hasil analisis ilmiah mengenai penyebab pasti dari kematian buaya berukuran besar tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Dusun Sange Mangge, Desa Teluk Kembang dilaporkan sudah kembali kondusif, dan masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun selalu waspada terhadap potensi konflik satwa di sekitar ekosistem perairan.

(Tim/Red Lukman)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA