PONTIANAK Detikkasus co.id – Kondisi infrastruktur di pinggiran Kota Pontianak kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini, warga di kawasan Jalan Padat Karya, Kecamatan Pontianak Timur, meluapkan kekecewaannya terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak yang dianggap tutup mata terhadap akses jalan mereka yang hancur lebur dan berlumpur.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan yang sangat memprihatinkan. Lubang-lubang dalam berisi air kecokelatan memenuhi badan jalan, membuat akses ini lebih mirip dengan “kubangan kerbau” daripada jalan perkotaan. Kendaraan roda dua maupun roda empat harus bertaruh keselamatan saat melintas, terutama di musim hujan.
Hanya Janji dan “Seremonial” Anggaran
Warga setempat mengungkapkan rasa frustrasinya karena merasa hanya dijadikan komoditas politik. Selama bertahun-tahun, perbaikan jalan tersebut hanya berujung pada janji-janji tanpa realisasi nyata.
“Kami sudah bosan mendengar janji. Pemerintah sering datang hanya untuk melakukan pengukuran dan konsultasi/supervisi. Anggaran habis untuk itu-itu saja, tapi Beton/Aspal tidak pernah sampai ke sini,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.
Penggunaan anggaran daerah yang terus-menerus habis pada tahap perencanaan (konsultan/supervisi) tanpa adanya eksekusi fisik dinilai sebagai pemborosan yang menyakiti hati rakyat.
Ratusan KK Terisolasi di Kota Sendiri
Padahal, Jalan Padat Karya kini sudah menjadi kawasan padat penduduk. Tercatat ada ratusan Kepala Keluarga (KK) yang menetap di wilayah tersebut dan menggantungkan aktivitas ekonominya pada akses jalan ini. Ketidakpedulian Pemkot Pontianak ini dianggap sebagai bentuk diskriminasi pembangunan antara pusat kota dan wilayah pinggiran.
Keluhan utama warga meliputi:
• Akses Ekonomi Terhambat: Biaya perawatan kendaraan membengkak karena sering rusak melewati jalan berlumpur.
• Keselamatan Anak Sekolah: Anak-anak harus berjuang melewati lumpur setiap hari untuk menuju sekolah.
• Ketidakadilan Anggaran: Dana sering terserap untuk hal administratif (pengukuran) namun nol besar pada perbaikan fisik.
Tuntutan Kepada Wali Kota : Warga mendesak Wali Kota Pontianak dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk segera mengalokasikan anggaran pembangunan jalan secara konkret, bukan lagi anggaran “seremonial” pengukuran.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Jalan Padat Karya masih menunggu langkah nyata dari pemerintah. Jika tidak ada perubahan, warga mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar sebagai bentuk protes atas hak mereka yang terabaikan selama bertahun-tahun.
Lokasi: Pontianak Timur, Kalimantan Barat
Tidak ada komentar