520 Dapur Gizi SPPG Kepung Kalimantan Barat, Pontianak dan Kubu Raya Jadi Barometer Utama

waktu baca 2 menit
Jumat, 24 Apr 2026 14:53 69 Redaksi : Rd

PONTIANAK, DETIKKASUS.CO.ID – Akselerasi program unggulan Badan Gizi Nasional (BGN) di wilayah Kalimantan Barat menunjukkan progres yang luar biasa. Berdasarkan data terbaru per 20 April 2026, tercatat sebanyak 520 Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah resmi beroperasi di Bumi Khatulistiwa.

DATA SEBARAN SPPG KALIMANTAN BARAT (PER 20 APRIL 2026)

1. Pontianak: 85 Unit

2. Kubu Raya: 81 Unit

3. Sambas: 67 Unit

4. Ketapang: 56 Unit

5. Mempawah: 34 Unit

6. Landak: 34 Unit

7. Singkawang: 30 Unit

8. Sanggau: 30 Unit

9. Bengkayang: 22 Unit

10. Melawi: 19 Unit

11. Kayong Utara: 15 Unit

12. Sekadau: 14 Unit

13. Kapuas Hulu: 14 Unit

14. Sintang: 9 Unit

TOTAL KALBAR: 520 SPPG

TOTAL NASIONAL: 26.489 SPPG

Langkah masif ini merupakan bagian dari target besar nasional, di mana secara total telah berdiri 26.489 SPPG di seluruh pelosok Indonesia guna menjamin asupan nutrisi bagi generasi masa depan.

Pontianak Terbanyak, Kubu Raya Membayangi

Data infografis menunjukkan konsentrasi dapur gizi terbesar berada di Kota Pontianak dengan jumlah 85 unit. Kabupaten Kubu Raya menyusul di posisi kedua dengan 81 unit, disusul Sambas sebanyak 67 unit.

Kenaikan angka ini cukup signifikan jika dibandingkan data bulan Maret sebelumnya, yang menandakan bahwa pembangunan infrastruktur dapur gizi untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sedang dalam fase “tancap gas”.

Kualitas dan Standar Jadi Harga Mati

Meski jumlahnya terus bertambah, BGN menekankan bahwa kualitas adalah prioritas. Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah III Badan Gizi Nasional, Ranto, dalam keterangannya menekankan pentingnya Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).

“Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi terbaik dalam hal sertifikasi higienitas. Namun, bertambahnya jumlah dapur dari 455 di bulan lalu menjadi 520 di April ini harus dibarengi dengan pengawasan ketat terhadap standar sanitasi dan IPAL agar tidak ada kendala di lapangan,”

Menjangkau Wilayah Pelosok (Distribution Growth Area)

Fokus pengembangan kini mulai menyasar wilayah timur atau yang disebut sebagai Distribution Growth Area. Kabupaten Kapuas Hulu mencatatkan pertumbuhan positif dengan tambahan 5 unit baru, membawa total menjadi 14 unit. Sementara itu, wilayah seperti Sintang dan Sekadau terus dipacu untuk mengejar ketertinggalan jumlah fasilitas guna pemerataan distribusi gizi bagi anak sekolah, ibu hamil, dan balita di pelosok Kalbar.

• Total Nasional: 26.489 SPPG (Update 19 April 2026).

• Status Wilayah: Kapuas Hulu dan Sintang ditandai sebagai Distribution Growth Area (Wilayah pertumbuhan distribusi).

• Update Data: Sinkronisasi data terakhir dilakukan pada 20 April 2026 berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN).

Keberadaan 520 SPPG ini diharapkan menjadi tulang punggung dalam upaya menurunkan angka stunting secara drastis di Kalimantan Barat, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi tenaga gizi dan juru masak lokal.

Ka.Biro Pontianak: Detikkasus.co.id

Terpercaya, Tuntas, Tajam

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA