Aktivitas Ilegal Lolos Pantauan, Publik Pertanyakan: Dimana GPS Pertamina Saat Tangki Elnusa Petrofin “Kencing” di Hutan?

waktu baca 3 menit
Sabtu, 23 Mei 2026 16:16 521 Redaksi : Rd

PONTIANAK, Detikkasus co.id – Sistem pengawasan digital yang digemborkan-gemborkan oleh pihak Pertamina kini menjadi sorotan tajam publik. Sebuah rekaman visual dari laporan masyarakat menyebar luas dimesia sosial memperlihatkan praktik “kencing” atau pemindahan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi (Solar) secara ilegal yang dilakukan oleh mobil tangki resmi. Kejadian yang berlangsung di area terpencil ini memicu pertanyaan besar: Di mana fungsi Global Positioning System (GPS) tracking milik Pertamina saat armada mereka keluar dari jalur resmi?

Dalam dokumentasi yang beredar luas, terlihat jelas aktivitas penyulingan ilegal dari satu unit kendaraan tangki milik Pertamina PT. Elnusa Petrofin ke sejumlah kendaraan tangki non-subsidi (industri). Alokasi subsidi yang seharusnya mutlak menjadi hak masyarakat umum dan pelaku usaha mikro, diduga kuat sengaja dialihkan demi meraup keuntungan sepihak di sektor industri.

Modus Operandi: Rapi, Terencana, dan Jauh dari Jangkauan, Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, aksi nekat ini dilakukan dengan persiapan yang sangat matang, memanfaatkan kelengahan pengawasan:

 Armada yang Terlibat: Satu unit mobil tangki berwarna merah putih dengan logo Pertamina PT. Elnusa Petrofin berkapasitas muatan sekitar 16.000 liter, tertangkap basah sedang memindahkan isinya ke dua unit kendaraan tangki lain berwarna kombinasi putih-biru (tangki industri).

 Peralatan Khusus: Di lokasi kejadian juga ditemukan satu unit mobil pick-up yang membawa mesin sedot rakitan lengkap dengan selang-selang besar. Alat ini digunakan sebagai pemompa paksa untuk mempercepat transfer BBM antar-tangki.

 TKP Terisolasi: Proses pemindahan bahan bakar ini berlangsung di lokasi terbuka dengan kondisi tanah kuning dan dikelilingi pepohonan rimbun. Lokasi yang menyerupai hutan ini dipilih karena jauh dari stasiun pengisian resmi (SPBU) maupun fasilitas penyaluran yang sah, diduga kuat untuk menghindari endusan aparat dan pengawasan internal.

Publik Menggugat Keandalan Sistem GPS Pertamina, Lolosnya pergerakan mobil tangki PT. Elnusa Petrofin ke dalam kawasan hutan ini melahirkan skeptisisme di tengah masyarakat. Pertamina Patra Niaga selama ini mengklaim memiliki sistem pemantauan digital yang ketat, di mana setiap pergerakan armada terintegrasi dengan Command Center dan dibekali GPS yang akan memberikan sinyal peringatan jika kendaraan berhenti lama di luar rute resmi (downtime/alert).

“Kalau sistem GPS itu berfungsi dengan benar, seharusnya setiap penyimpangan rute atau pemberhentian tidak wajar di tengah hutan langsung memicu alarm di pusat kontrol. Kenapa ini justru masyarakat yang memergoki lebih dulu lewat rekaman video? Di mana GPS Pertamina saat itu?” ungkap salah seorang warga yang menyayangkan lemahnya pengawasan tersebut.

Desakan Tindakan Tegas dari Aparat dan Manajemen, Hingga berita ini diturunkan, lokasi persis di mana kegiatan tersebut berlangsung masih terus dipastikan secara mutlak, namun informasi awal kuat mengarah pada wilayah hukum Kalimantan Barat.

Masyarakat mendesak agar Aparat Penegak Hukum (APH) bersama manajemen Pertamina tidak hanya memburu Awak Mobil Tangki (AMT) yang bermain di lapangan. Publik juga menuntut audit investigasi terhadap sistem pengawasan digital Pertamina serta tindakan hukum tegas bagi korporasi atau agen penadah tangki biru-putih tersebut. Kasus ini menjadi preseden buruk yang membuktikan bahwa celah mafia BBM subsidi masih terbuka lebar di daerah-daerah terpencil.

(Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA