Detikkasus.co.id, Kota Langsa – Diduga para pemuda, tokoh, dan cerdik pandai Kurang minat jadi calon Geuchik (Kepala Desa) yang akan dilaksanakan pemilihannya pada tanggal, 22 Juni 2026 mendatang. Ada 47 Gampong dalam lima Kecamatan di wilayah Pemerintah kota Langsa akan melaksanakan pemilihan geuchik. Dulu satu tahun sebelum pelaksanaan pemilihan Geuchik warung-warung kopi jadi tempat diskusi, dan semua saluran media sosial jaga maya dipenuhi wajah – wajah Calon Geuchik, dengan bermacam gaya dan semboyan menghiasi laman media sosial tersebut.
Setelah isu dana desa sumber APBN di Kurangi oleh Pemerintah Pusat, diduga karena pengaruh isu tersebut sehingga banyak yang urungkan niat mencalonkan diri jadi Geuchik (Kepala) pada pemilihan yang akan datang.
Satu Geuchik dalam kecamatan Langsa Timur, kepada media Detikkasus.co.id, Perwakilan Aceh, Minggu, 17 Mai 2026 menyebutkan, jangankan Bakal Calon Geuchik Kota Langsa, saat ini saja banyak Geuchik (kepala desa) definitif merasa kebingungan dan tertekan, karena Dana Desa (DD) yang diterima menurun drastis, sementara tuntutan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat tetap tinggi. Kondisi ini yang kami dihadapi sebagai Geuchik (kepala desa) di tahun 2026.
Setelah di putusannya pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)
Dimana pembiayaannya di potong dari alokasi Dana Desa (DD) yang cukup signifikan selama 6 tahun kedepan. Rencana pembangunan hasil musyawarah Gampong yang telah kami disepakati dan di ajukan oleh warga terancam batal atau ditunda pembangunannya.
Keadaan ini membuat kita sebagai Geuchik merasa dilematis, disisi kepemerintahan Geuchik harus patuh pada aturan dan kebijakan pemerintah pusat, disisi lain Geuchik harus menghadapi tuntutan masyarakat yang mengajukan pembangunan, dan ini menjadi tekanan sikologis bagi Kami sebagai Geuchik yang tak bisa merealisasikan pembangunan untuk masyarakat.
kondisi Ini jadi tantangan bagi kami sebagai Geuchik yang dituntut untuk lebih inovatif dan mandiri dalam mengelola Gampong di tengah keterbatasan anggaran, sekaligus sebagai ujian bagaimana cara komunikasi dalam menghadapi reaksi masyarakat yang menuntutnya pembangunan dilaksanakan tahun ini.
Geuchik lain mengatakan, berdasarkan aturan, Dana Desa untuk penanganan Kemiskinan Ekstrem dialokasikan untuk program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa. Ketahanan Pangan terdapat pagu khusus minimal 20% yang diperuntukkan bagi program ketahanan pangan dan hewani desa.
Ada Program Prioritas Nasional mencakup penanganan stunting, perbaikan gizi masyarakat, peningkatan layanan kesehatan dasar, serta program pendidikan dan PAUD. Pemberdayaan Ekonomi untuk mendukung permodalan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pengembangan usaha mikro (UMKM), serta kegiatan pelatihan keterampilan.
Untuk Infrastruktur Gampong Pembuatan atau perbaikan sarana fisik seperti jalan Gampong, jembatan, dan fasilitas air bersih ini kan tidak mungkin dilaksanakan karena Dana Desa sudah kecil. Untuk Operasional Pemerintah Gampong minimal 3% dari total pagu, dan masih ada lain lagi, inilah kondisi Gampong pada tahun 2026 ini, mudah – mudahan tahun depan bisa berubah kembali seperti semula.
Akibat pengurangan Dana Desa ini, minat.masyarakat menjadi Geuchik sudah berkurang, bahkan ada Gampong informasi yang kami dapat masih minim pendaftar.
Sala satu bakal calon geuchik yang awalnya ingin mencalonkan diri, namun terakhir di konfirmasi media tidak lagi maju sebagai calon geuchik sudah mengurungkan niatnya.(AC.035)
Tidak ada komentar