Aksi Mahasiswa di Bundaran HI Ricuh’ Aspirasi Tertahan di Tengah Jalan Jakarta.

waktu baca 3 menit
Sabtu, 13 Jun 2026 05:11 15 Yasir Kaperwil kepri

Detikkasus.co.id. – Rencana aksi demonstrasi besar-besaran mahasiswa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026) berlangsung dalam situasi tarik-ulur antara massa dan aparat keamanan. Massa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jabodetabek gagal mencapai titik kumpul utama setelah akses menuju lokasi ditutup rapat aparat Kepolisian dan TNI .

Aksi yang mengusung tagar #MenujuIndonesiaBangkrut ini sedianya akan memusatkan unjuk rasa di Bundaran HI mulai pukul 10.00 WIB dengan target massa mencapai 1.500 orang . Namun, sejak pagi hari, titik-titik strategis menuju Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin sudah disterilkan.

Aliran Massa Terhenti, Alihkan Aksi ke DPR
Koordinator aksi dari BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, mengkonfirmasi bahwa rombongan mereka menghadapi hambatan signifikan. Setelah bus dan kendaraan yang ditumpangi mahasiswa dicegat di kawasan Semanggi, massa dipaksa turun dan melakukan long march .

“Kami diarahkan untuk demo di Istana atau DPR. Namun sekarang Istana adalah pembuat kebijakan, sedangkan DPR bukan lagi legislatif yang independen,” tegas Yatalathof saat ditemui di kawasan Tosari, Jakarta Pusat .

Ketegangan sempat memuncak ketika massa yang ingin melaksanakan Salat Jumat tertahan di sekitar Dukuh Atas. Yatalathof menilai hal ini mengabaikan hak konstitusional warga untuk beribadah . Hingga pukul 15.00 WIB, sebagian besar massa masih terkonsentrasi di kawasan Patung Kuda dan depan Gedung DPR/MPR, gagal menembus barikade menuju Bundaran HI .

Alasan Polisi dan Respons Pemerintah
Pihak kepolisian memberikan alasan klasik terkait larangan aksi di titik nol ibu kota tersebut. Kabag Ren Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Adri Desas Furyanto, menyebut Bundaran HI sebagai “jantungnya perekonomian”.

“Bundaran HI itu jantung jalannya masyarakat, central of gravity-nya Indonesia. Kalian nyetop di situ, selesai semua,” ujar Adri kepada mahasiswa yang tertahan .

Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, membantah adanya tindakan “pencegatan”. Ia lebih suka menyebutnya sebagai “penataan lalu lintas” untuk menjaga keseimbangan antara hak berdemo dan kegiatan ekonomi masyarakat .

“Mahasiswa dapat menyampaikan aspirasinya, tetapi kegiatan perkantoran dan ekonomi juga tetap berjalan optimal,” ujar Qodari dalam diskusi di CNN Indonesia TV .

Meski menganggap tuntutan mahasiswa “wajar”, Qodari menyatakan bahwa pemerintahan Prabowo Subianto saat ini justru sedang berjuang menghentikan pemborosan yang disorot oleh para demonstran .

Lima Tuntutan Utama
Dalam aksi yang berlangsung ricuh secara prosedural ini, para mahasiswa membawa Lima Tuntutan Rakyat, yang meliputi :

Setop pemborosan APBN.

Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.

Hentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan

pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (dikritik sebagai proyek pencitraan dan rawan korupsi).

Hentikan militerisme di ranah sipil (termasuk penolakan pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan).

Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah.

Situasi Pengamanan
Sebagai antisipasi, Polda Metro Jaya menerjunkan 4.151 personel gabungan Polri-TNI. Selain itu, 500 personel Satpol PP dan 300 petugas Dinas Perhubungan dikerahkan untuk mengurai kemacetan di ruas Jalan Sudirman-Thamrin .

Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Gedung DPR berangsur mendingin. Massa yang gagal mencapai Bundaran HI mulai membubarkan diri setelah menyampaikan orasi di depan pagar parlemen.

Redaksi (team/ Rls).

Yasir Kaperwil kepri

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA