Detikkasus.co.id, Kota Langsa – Ribuan warga korban bencana hidrometeorologi Kota Langsa yang terjadi bulan Nopember tahi 2025 lalu saat sangat mengharapkan bantuan jaminan hidup, ekonomi, mebel tahap ke 2 yang di usulkan pemerintah Kota Langsa pada awal bulan Mai 2026 lalu segera di cairkan oleh pemerintah pusat melalui kementerian sosial Republik Indonesia, karena para korban bencana sudah tidak sabar lagi.
Pembicaraan masalah jaminan hidup (Jadup) yang di usulkan oleh pemerintah Kota Langsa ke kementerian sosial Republik Indonesia hampir setiap di dengar, bahkan ada yang pesimis bahwa Jadup tersebut tidak ada lagi, bahkan ada yang bicara Jadup hanya harapan palsu.
Kamisah seorang warga yang terkena imbas Bencana Hidrometeorologi atau banjir Kota Langsa kepada media derikkasus.co.id, Perwakilan Aceh, Jum’at, 29 Mai 2026 di sebuah warung kampung di wilayah kecamatan Langsa lama, menyebutkan, ia sangat berharap bantuan Jadup cair karena kondisi ekonomi saat sangat sulit setelah terkena bencana, ia menderita kurugian sangat besar perabotan rusak akibat terkena air banjir berlumpur. Jika pemerintah memang membantu akibat banjir tersebut sangat berterima kasih sudah terbantu untuk mengantikan beberapa parabot rusak.
Iya menyebutkan bahwa usulan pada tahap pertama namannya keluar pada data yang di keluarkan oleh pemerintah, terapi namanya tidak muncul lagi sebagai penerima bantuan dalam penerimaan bantuan korban banjir tahap 1. Pada tahap ke 2 naman nya muncul lagi setelah membuat usulan ulang, dan nama saat di cek link yang di keluarkan pemerintah Kota Langsa namanya termasuk dalam kelompok penerima bantuan Jadup.
Sudah enam bulan menunggu bantuan Jadup tahap 2 ini tidak ada tanda atau informasi yang dapat di akses bahwa Jadup tahap ke 2 akan cair, akibatnya iya merasa cemas, apakah namanya keluar sebagai penerima bantuan tahap ke 2?.
Pelaksana tugas (Plt) kepala Dinas Sosial Kota Langsa, Darma Putra yang diberitakan media ini pada saat penyaluran bantuan ekonomi dan perabot tahap 1, Senin, 26 Mai 2026 melalui kantor pos cabang Langsa menjelaskan, informasi terakhir untuk bantuan jatah hidup tahap II baru saja selesai pemadanan data kependudukan dan sedang dalam proses pengajuan ke kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk pencairan anggarannya, saat ini Pemko Langsa terus berkoordinasi dengan kementerian Sosial Republik Indonesia agar bantuan jadup tahap II dapat segera di bagikan kepada masyarakat Kota Langsa, sebutnya.
Pada saat menyampaikan kata sambutan sholat idul Adha di Lapangan Merdeka, Rabu, 27 Mai 2026 Wali Kota Langsa turut menyampaikan perkembangan terkait pencairan bantuan tahap II bagi masyarakat terdampak banjir. Ia mengatakan bantuan tersebut direncanakan cair bersamaan dengan bantuan jadup dan bantuan ekonomi dengan total nilai mencapai Rp.471 miliar untuk kurang lebih dari 32.000 kepala keluarga atau sekitar 115.000 jiwa di Kota Langsa.
“Ini nantinya menjadi bantuan terbesar di Aceh. Kami terus berupaya dan berkoordinasi agar proses pencairannya dapat segera terealisasi,” jelas Jeffry.
Ia pun meminta doa dan dukungan masyarakat agar seluruh proses berjalan lancar serta mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga ukhuwah Islamiyah, persatuan, dan keharmonisan di Kota Langsa. “Pemerintah akan terus berupaya dan bekerja maksimal sesuai tugas serta tanggung jawab demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Langsa,” pungkasnya.
Harapan Kamisah dan ribuan warga korban bencana hidrometeorologi atau banjir Kota Langsa lainya pada akhir tahun 2025 hanya tinggal menunggu waktu pencairan, mohon sabar menunggu, jika nama termasuk dalam kelompok penerima bantuan sudah pasti akan menerima bantuan, lama tidak masalah yang penting cair pada waktunya.
Warga korban bencana hidrometeorologi atau banjir Kota Langsa lainya, Arman dihadapan media ini pada hari yang sama menyebutkan, bantuan harapnya tetap ada, kadang kita tidak sabar menunggu, apalagi para korban hidrometeorologi atau banjir Kota Langsa usulan pemerintah Kota Langsa tahap 1 sudah menikmati bantuannya, terakhir menjelang hari raya idul Adha mereka terima bantuan ekonomi dan bantuan perabotan sebesar Rp. 8.000.000 rupiah, kami belum menerima apapun, insyaallah Walikota Langsa informasi yang kami dapat terus berkoordinasi dengan kementerian sosial agar bantuan banjir tahap ke 2 segera kita terima akhir katanya. (AC.035)
Tidak ada komentar