JOMBANG,detikkasus.co.id – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Jombang terus menguatkan fondasi kaderisasi melalui Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Dirosah Ula yang digelar selama tiga hari, 3–5 Juli 2026, di Pondok Pesantren Al-Hikam, Jatirejo, Kecamatan Diwek. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mencetak kader-kader muda Nahdlatul Ulama yang siap menjadi pemimpin organisasi sekaligus penggerak masyarakat di masa depan.
Pembukaan kegiatan pada Sabtu (4/7) dihadiri jajaran Rijalul Ansor Jawa Timur, Ketua PC GP Ansor Jombang Taufiqi Fakkaruddin Assilahi, Ketua Tanfidziyah MWCNU Diwek KH Hamdi Sholeh, seluruh Ketua PAC GP Ansor se-Kabupaten Jombang, badan otonom NU, serta unsur Forkopimcam Diwek.
Ketua panitia, M. Hasib Al-Isbily, mengatakan pelatihan diikuti 78 peserta yang terdiri dari 68 peserta PKD dan 10 peserta Dirosah Ula. Seluruh peserta merupakan utusan dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Kabupaten Jombang.
“Pelatihan ini dipersiapkan selama kurang lebih satu bulan. Kami berharap peserta yang mengikuti kegiatan ini menjadi generasi penerus dan pemimpin GP Ansor Jombang dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang,” ujarnya.
Ketua PC GP Ansor Jombang, Taufiqi Fakkaruddin Assilahi atau Gus Fiqi, menegaskan bahwa kaderisasi merupakan napas organisasi. Karena itu, setiap kader dituntut tidak hanya memahami materi pelatihan, tetapi juga mampu menerjemahkannya menjadi gerakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin melahirkan kader-kader penggerak yang inovatif, berintegritas, dan mampu memperkuat kualitas organisasi hingga tingkat ranting. Ansor harus terus hadir memberikan solusi bagi umat dan menjadi organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Diwek KH Hamdi Sholeh mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan penuh kesungguhan. Menurutnya, semangat berkhidmat dan loyalitas terhadap organisasi menjadi modal penting dalam membangun GP Ansor yang semakin kuat.
Dalam mauidzah hasanahnya, Mustasyar PCNU Jombang sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Falahul Muhibbin, KH Nur Hadi atau Mbah Bolong, mengingatkan lima karakter utama yang wajib dimiliki setiap kader Ansor, yakni Munadzim (mampu mengelola organisasi), Muwahid (menjadi pemersatu umat), Mujadid (melahirkan inovasi), Murobi (pendidik), dan Mujahid (pejuang). Menurutnya, kelima karakter tersebut menjadi bekal penting agar kader Ansor mampu menjaga organisasi tetap kokoh sekaligus membawa manfaat bagi masyarakat.
Materi pelatihan juga diperkuat dengan pembekalan mengenai kesadaran hukum oleh praktisi sekaligus akademisi hukum, Dr. Joko Prasetyo, S.Sy., S.H., M.H., atau Bang Jack. Ia menilai tantangan organisasi kepemudaan saat ini semakin kompleks sehingga kader Ansor harus memiliki literasi hukum yang memadai.
“Seorang kader Ansor harus memahami regulasi yang berlaku agar setiap kebijakan, program, maupun inovasi organisasi memiliki dasar hukum yang kuat serta mampu melindungi kepentingan masyarakat secara konstitusional,” ungkapnya.
Melalui PKD dan Dirosah Ula 2026, GP Ansor Jombang menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan kader-kader muda yang memiliki kapasitas kepemimpinan, wawasan keislaman, nasionalisme, dan kecakapan hukum. Mereka diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, memperkuat organisasi, serta menjawab berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat.(Naiy)
Tidak ada komentar