Kasus Suspek Chikungunya di Sanggau Meningkat, Sejumlah Anak Mulai Terserang

waktu baca 2 menit
Senin, 18 Mei 2026 07:24 360 Redaksi : Rd

KALBAR,SANGGAU. Detikkasus co.id – Warga Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, mulai diresahkan oleh munculnya fenomena penyakit demam tinggi yang disertai nyeri sendi hebat. Penyakit yang memiliki gejala klinis mirip dengan chikungunya ini dilaporkan mulai merebak dan menyerang sejumlah warga, termasuk anak-anak, dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan laporan di lapangan, peningkatan kasus suspek ini memicu kekhawatiran masyarakat setempat akan potensi terjadinya lonjakan penularan yang lebih luas.

Kendala Diagnosis Laboratorium, Pihak otoritas kesehatan setempat membenarkan adanya tren peningkatan warga yang harus mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan akibat gejala medis tersebut. Kendati demikian, status medis para pasien saat ini masih dikategorikan sebagai kasus suspek (dugaan).

“Sudah ada masyarakat yang dirawat di rumah sakit. Hanya saja kekurangannya kita belum ada RDT (Rapid Diagnostic Test). Kekurangannya itu saja, sehingga belum bisa kita bilang kasus terkonfirmasi,” ujar perwakilan tenaga kesehatan, Yohana, dalam keterangannya terkait situasi di lapangan.

Hingga saat ini, pihak Dinas Kesehatan setempat terus memantau situasi secara intensif sembari mengupayakan pemenuhan fasilitas penunjang medis demi memastikan validitas diagnosis para pasien. Kenali Gejala dan Langkah Pencegahan

Penyakit chikungunya sendiri merupakan infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus—jenis nyamuk yang sama dengan penular Demam Berdarah Dengue (DBD).

Masyarakat diimbau untuk mengenali gejala khas dari dugaan penyakit ini, di antaranya:

• Demam tinggi yang terjadi secara mendadak.

• Nyeri sendi dan otot yang cukup ekstrem (sering disebut flu tulang).

• Munculnya ruam kemerahan pada kulit mirip campak.

• Tubuh terasa lemas, disertai sakit kepala dan mual.

Sebagai langkah antisipasi dini, warga Sanggau diharapkan meningkatkan kewaspadaan secara mandiri dengan menggalakkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak jentik nyamuk.

(Red |Detikkasus co.id Kalbar)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA