Detikkasus.co.id, Kota Langsa – Proses revitalisasi Gedung SDS Muhammadiyah 1 Langsa di Gampong Mutia, Kecamatan Langsa Kota disorot publik. Sejumlah batu bata yang akan digunakan dalam pembangunan diduga kurang matang, sehingga mudah hancur saat disentuh dan tidak memenuhi standar mutu bangunan.
Pantauan Detikkasus.co.id, Perwakilan Aceh di lokasi, Selasa, 21 Juli 2026,
Saat media coba pegang batu bata tersebut langsung rontok sepertinya batu tersebut kurang matang saat di bakar dan di paksakan angkut ke lokasi proyek revitalisasi, ditumpukan sudah ada hancur dan berdebu.
Seharusnya Komite Sekolah, mengawasi material pembangunan revitalisasi Gedung sekolah Muhammadiyah 1 tesebut.mengaku resah dengan kualitas material tersebut.
Yayasan Muhammadiyah harus mengevaluasi ulang pekerjaan revitalisasi yang bersumber dari APBN tahun 2026 senilai Rp. 1.625.762.056 itu, tanggal pelaksanaan 23 Juni sampai dengan 20 Nopember 2026 atau 150 hari kalender.
Penjelasan dari pihak pelaksanaan kegiatan belum diperoleh keterangan karena sangat sulit ketemu pelaksanaannya diduga alergi dengan pihak media, karena ketika media datang ke.lokasi pembangunan revitalisasi mendadak sepi dan menghilang satu persatu orang dilokasi sehingga keterangan di peroleh media ini.
Pihak akan memantau kegiatan revitalisasi Gedung SDS Muhammadiyah 1 Gampong Mutia, karena diduga di kerjakan tidak mengikuti kaedah tehnis bangunan.
Salah seorang warga yang tidak bersedia nama ditulis media mendesak dilakukan audit mutu terhadap proyek tersebut.
“Ini gedung sekolah dasar. Jangan sampai karena mengejar murah, kualitas dikorbankan. Keselamatan anak-anak adalah yang utama,” tegasnya.(AC 035)
Tidak ada komentar