KPK Diduga Lamban Tangani Kasus Jalan Mempawah, Saut S: “Berapa Triliun Sih? Susah Banget Ngitungnya”

waktu baca 2 menit
Jumat, 8 Mei 2026 03:52 364 Redaksi : Rd

JAKARTA | Detikkasus co.id– Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang, kembali melontarkan kritik pedas terhadap kinerja lembaga antirasuah terkait penanganan dugaan korupsi proyek jalan di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Pernyataan ini mencuat menyusul kesan publik bahwa penanganan kasus tersebut jalan di tempat, meski beberapa nama besar telah diperiksa sebagai saksi.

Sindiran Tajam untuk Penyidik Dalam sebuah diskusi, Saut Situmorang mempertanyakan kendala apa yang sebenarnya dihadapi oleh penyidik sehingga penghitungan kerugian negara terkesan memakan waktu yang sangat lama. Dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos namun berisi, ia menyindir proses audit yang tak kunjung tuntas.

“Berapa triliun sih? Susah banget ngitungnya,” seloroh Saut Situmorang saat menanggapi lambatnya penetapan status hukum dalam perkara yang menyita perhatian warga Kalimantan Barat tersebut.

Menurut Saut, jika bukti-bukti awal sudah cukup kuat dan aliran dana sudah terlihat, tidak ada alasan bagi KPK untuk menunda-nunda peningkatan status perkara. Keterlambatan ini, menurutnya, justru memberikan celah bagi para aktor yang terlibat untuk menghilangkan jejak atau melakukan lobi-lobi politik.

Sorotan Proyek Jalan Mempawah Kasus ini berpusat pada dugaan penyimpangan dana dalam proyek pembangunan dan pemeliharaan jalan di Kabupaten Mempawah yang diduga melibatkan oknum pejabat tinggi di wilayah tersebut. Publik menaruh harapan besar agar kasus ini dibongkar hingga ke akar-akarnya, mengingat rusaknya infrastruktur jalan berdampak langsung pada ekonomi kerakyatan.

Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan Detik Kasus:

• Ketidakpastian Hukum: Sudah berbulan-bulan sejak pemeriksaan saksi-saksi kunci, namun belum ada pengumuman tersangka baru yang signifikan.

• Audit BPK/BPKP: Lambatnya koordinasi dalam sinkronisasi angka kerugian negara sering kali menjadi alasan klasik di balik lambannya kasus korupsi.

• Tekanan Publik: Masyarakat Kalimantan Barat mendesak transparansi penuh agar kasus ini tidak berakhir menjadi “peti es”.

Komitmen Pemberantasan Korupsi Dipertaruhkan Saut Situmorang mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dipertaruhkan dalam kasus Mempawah ini. Ia mendorong pimpinan KPK saat ini untuk lebih berani dan progresif, tanpa harus menunggu instruksi atau tekanan politik dari pihak mana pun.

“Kita bicara soal uang rakyat. Kalau memang ada malingnya, tangkap. Jangan buat publik bertanya-tanya ada apa di balik keterlambatan ini,” pungkasnya.

(Red|Detikkasus co.id)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA