Mahasiswa UTS Lewat Program Merdeka Turut Kembangkan Wisata dan Budaya Pulau Bungin

waktu baca 2 menit
Selasa, 19 Mei 2026 11:13 85 Redaksi NTB

Sumbawa Besar, NTB, detikkasus.co.id, (19 Mei 2026) — Mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) yang tengah menjalankan Program Merdeka (Promer) di Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, terus menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan wisata, budaya, dan edukasi masyarakat setempat.

‎Pulau Bungin dikenal sebagai salah satu kawasan permukiman terpadat di dunia. Meski memiliki wilayah yang relatif kecil, masyarakatnya tetap mempertahankan budaya gotong royong serta tradisi maritim yang telah diwariskan secara turun-temurun.

‎Melalui program tersebut, mahasiswa berupaya memperkenalkan berbagai potensi lokal kepada masyarakat luas, mulai dari wisata bahari, kehidupan masyarakat pesisir, hingga budaya khas Suku Bajo yang menjadi identitas Pulau Bungin.

‎Selain melakukan promosi destinasi, mahasiswa juga melaksanakan berbagai kegiatan edukatif bersama masyarakat dan anak-anak setempat. Dokumentasi budaya, pengenalan potensi wisata, hingga edukasi sosial menjadi bagian dari aktivitas yang dijalankan selama berada di lokasi.

‎Ketua Promer UTS Pulau Bungin, Bijan Bentan Anugrah, mengatakan kehadiran mahasiswa tidak hanya sebatas menjalankan program kampus, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga potensi daerah.

‎“Pulau Bungin memiliki banyak potensi, baik dari sisi budaya, wisata bahari, maupun kehidupan sosial masyarakatnya. Kehadiran kami di sini untuk membantu memperkenalkan keunikan tersebut agar semakin dikenal luas,” terangnya, Selasa (19/5/2026).

‎Ia menambahkan, mahasiswa turut mendorong generasi muda agar tetap menjaga budaya maritim yang menjadi ciri khas masyarakat setempat.

‎“Budaya gotong royong dan kehidupan masyarakat Bajo di Pulau Bungin merupakan kekayaan budaya yang harus terus dijaga. Kami berharap generasi muda tetap bangga terhadap budaya lokal yang dimiliki,” tambahnya.

‎Daya tarik Pulau Bungin tidak hanya terletak pada panorama laut dan aktivitas nelayan tradisional, tetapi juga pada kehidupan sosial masyarakat yang masih kental dengan nilai kebersamaan. Kuliner seafood segar hingga tata ruang permukiman yang unik menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

‎Keunikan tersebut menjadikan Pulau Bungin mulai dilirik sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Kabupaten Sumbawa. Tradisi masyarakat yang membangun daratan menggunakan batu karang laut secara gotong royong juga menjadi bagian dari kekayaan budaya yang masih bertahan hingga kini.

‎Mahasiswa Promer UTS menilai pengembangan wisata budaya perlu dilakukan secara seimbang dengan pelestarian nilai lokal masyarakat.

‎“Pulau Bungin memiliki peluang besar menjadi ikon wisata budaya di Sumbawa. Namun, pengembangannya juga harus tetap menjaga nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat,” tutupnya.

‎Melalui Program Merdeka (Promer) tersebut, mahasiswa berharap keterlibatan mereka mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, sekaligus membantu memperkenalkan Pulau Bungin sebagai destinasi wisata budaya yang unik di Indonesia. (Fr)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA