Memalukan Dunia Penerbangan Oknum Petugas Avsec Supadio Terlibat Jaringan Barang Haram, Pengamat: Reformasi Sistem Rekrutmen Sekarang Juga!

waktu baca 2 menit
Minggu, 31 Mei 2026 12:30 396 Redaksi : Rd

PONTIANAK, Detikkasus co.id – Kasus keterlibatan oknum petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Supadio Pontianak dalam jaringan peredaran narkotika internasional atau nasional menorehkan tinta hitam di sektor transportasi udara. Insiden ini dinilai sangat memalukan dunia penerbangan Indonesia, di mana aparat yang seharusnya menjadi benteng pertahanan dari penyelundupan barang ilegal, justru menjadi bagian dari mata rantai bisnis barang haram tersebut.

Menanggapi skandal besar ini, seorang pengamat hukum dan kebijakan publik angkat bicara. Ia menegaskan bahwa kejadian ini bukan sekadar kelalaian individu, melainkan sinyal kuat adanya kebobrokan sistemik yang harus segera dibenahi oleh pihak otoritas bandara maupun PT Angkasa Pura.

“Ini sangat memalukan dunia penerbangan kita. Bagaimana mungkin seorang petugas keamanan yang memiliki akses penuh dan memegang otoritas sterilisasi bandara justru terlibat jaringan barang haram? Ini membuktikan fungsi pengawasan kita kebobolan,” tegas pengamat saat memberikan keterangan kepada media pada akhir Mei 2026.

Desakan Reformasi Rekrutmen dan Pengawasan Ketat, Kritik tajam pun diarahkan pada sistem penyaringan pegawai di internal maskapai maupun pengelolaan bandara. Pengamat mendesak agar kementerian terkait dan jajaran manajemen tertinggi segera melakukan langkah radikal untuk membersihkan institusi dari oknum-oknum nakal.

“Langkah pertama yang harus diambil adalah reformasi sistem rekrutmen sekarang juga! Proses seleksi harus diperketat, rekam jejak calon petugas wajib ditelusuri secara transparan, dan tes bebas narkoba tidak boleh hanya formalitas di atas kertas,” tambahnya dengan nada geram.

Selain rekrutmen, sistem Internal Monitoring atau pengawasan melekat terhadap personel yang sedang bertugas di lapangan juga dinilai sangat lemah. Celah inilah yang diduga kuat dimanfaatkan oleh oknum Avsec untuk meloloskan atau mengedarkan barang terlarang melalui jalur tikus bandara.

Publik Menanti Tindakan Tegas,Hingga berita ini diturunkan, aparat penegak hukum terus melakukan pengembangan untuk membongkar seberapa jauh jaringan narkoba ini telah mengakar di lingkungan Bandara Supadio. Publik kini mendesak adanya sanksi pemecatan tidak dengan hormat serta hukuman maksimal bagi oknum yang terlibat agar memberikan efek jera.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh bandara di Indonesia bahwa ancaman narkoba telah menyusup hingga ke ring satu pengamanan operasional penerbangan.(Red).

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA