Pantau Terus Perkembangan Kasus ini Untuk Transparansi dan Keselamatan Anak Bangsa! (SPPG) Dapur Gizi Belasima Santi

waktu baca 2 menit
Senin, 27 Apr 2026 17:42 123 Redaksi : Rd

KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT  DETIKKASUS CO.ID – [27 April 2026] Program unggulan Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan tajam setelah belasan siswa SDN 23 Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, diduga mengalami keracunan massal pada Kamis (23/4/2026). Suasana sekolah yang semula tertib mendadak mencekam saat para siswa mulai mengeluhkan gejala mual hingga muntah-muntah sesaat setelah menyantap paket makanan yang dibagikan.

Kronologi Kejadian: “Ayam Berbau dan Terasa Gatal Tenggorokan”

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim di lapangan, peristiwa bermula sekitar pukul 09.30 WIB saat jam makan siang dimulai. Belum sempat nasi di kotak makan habis, sejumlah siswa di kelas 3 dan kelas 6 mulai merasakan gejala aneh.

  • Gejala Cepat: Beberapa siswa langsung merasakan mual hanya dalam waktu 30 menit setelah konsumsi.

  • Kualitas Makanan: Para siswa dan guru melaporkan bahwa lauk ayam goreng dalam paket tersebut terasa keras dan mengeluarkan bau tidak sedap. Salah satu guru yang ikut mencicipi bahkan mengaku merasakan sensasi gatal di tenggorokan segera setelah makan.

  • Tindakan Darurat: Pihak sekolah segera memanggil bidan desa untuk melakukan pemeriksaan awal. Sebanyak 12 siswa tercatat mengalami gejala sakit perut hebat.

Update Korban: Dua Siswa Masih Dirawat Intensif

Hingga laporan terbaru hari ini, tercatat ada 6 siswa yang sempat dilarikan ke rumah sakit di Pontianak karena kondisi yang terus menurun.

  • Rawat Inap: 4 siswa sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani observasi.

  • Kondisi Kritis: 2 siswa kelas 3 masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Medika Djaya Pontianak. Keduanya dilaporkan mengalami dehidrasi berat dan memiliki riwayat penyakit penyerta (tipes), yang memperparah reaksi tubuh mereka terhadap makanan tersebut.

Langkah Otoritas: Sampel Dibawa ke BPOM

Menanggapi insiden ini, pihak pengelola program MBG Regional Kalimantan Barat telah mengonfirmasi bahwa penyebab pasti keracunan masih dalam tahap penyelidikan.

“Sampel makanan sudah kami amankan dan sedang diuji laboratorium oleh BPOM untuk memastikan kandungan bakteri atau zat berbahaya di dalamnya,” ujar salah satu perwakilan otoritas terkait.

Sementara itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Gizi Belasima Santi yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan di wilayah tersebut tengah dalam pemantauan ketat. Hingga berita ini diturunkan, kepala SPPG belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kelalaian dalam standar higienitas pengolahan makanan.

Desakan Evaluasi Total

Kasus ini menambah daftar panjang insiden serupa dalam program MBG sepanjang awal tahun 2026. Sejumlah wali murid di Kubu Raya mulai menyuarakan kekhawatiran mereka dan mendesak pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap vendor penyedia makanan agar program “Bergizi” tidak berubah menjadi “Tragedi”.

Tim: Detikkasus co.id

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA