Aceh – Detikkasus.co.id. Laporan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik terhadap admin media sosial “Wajah Langsa” kini menuai perhatian publik.
Pasalnya, konten yang dipersoalkan dinilai tidak mengandung unsur pencemaran nama baik, tidak menyebut nama seseorang, tidak mencantumkan alamat, identitas, maupun ciri-ciri tertentu yang mengarah kepada pihak mana pun.
Bahkan admin Wajah Langsa yang juga berprofesi sebagai wartawan dan pegiat media sosial selama ini dikenal aktif menyampaikan berbagai informasi sosial dan kemanusiaan kepada masyarakat Kota Langsa, khususnya saat bencana banjir melanda berbagai wilayah.
Dalam video yang dilaporkan, admin Wajah Langsa justru menyampaikan himbauan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan dimanfaatkan oleh pihak tertentu serta tetap menjaga situasi agar tetap aman dan damai agar pemerintah dapat fokus mempercepat penyaluran bantuan kepada korban banjir.
Konten tersebut juga disebut bersumber dari informasi resmi pemerintah dan kondisi nyata di lapangan, bukan hoaks maupun berita lama yang sengaja disebarkan ulang untuk menimbulkan keresahan.
Terkait adanya pernyataan dari pelapor yang mengatakan admin wajah langsa menyebarkan berita hoax atas bantuan jadup yang cair seminggu lagi, menurutnya pelapor tidak memahami konteks dalam video tersebut, padahal jelas bahwa dirinya telah membuat keterangan prediksi pencairan, bukan waktu pasti pencairan bantuan tersebut.
Selama penanganan banjir berlangsung, admin Wajah Langsa bahkan aktif melakukan koordinasi dengan Ketua Satgas Penanganan Banjir Kota Langsa, yakni Sekretaris Daerah Kota Langsa, guna menggali informasi terkait bantuan dan kendala di lapangan agar cepat diketahui masyarakat.
Menanggapi laporan terhadap dirinya, admin Wajah Langsa menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki niat menyerang atau mempermalukan pihak mana pun. “Konten itu semata-mata himbauan kepada masyarakat untuk menjaga ketertiban dan kondusifnya daerah dalam upaya percepatan proses penangan penyaluran bantuan terhadap masyarakat terdampak banjir, tidak ada niat untuk menyudutkan pihak manapun dalam konten tersebut, ungkap Afandi yang karib disapa Pandex penggiat media sosial di kota Langsa, Kamis, 7 Mai 2026.
Sementara itu salah seorang warga Langsa yang minta namanya tidak ditulis media ini mengatakan, “menurut saya, laporan tersebut tidak mendasar, karena dalam vidio yang beredar luas tersebut tidak menyebut nama siapa pun, tidak mempermalukan siapa pun, dan tidak menyerang pihak tertentu.
Vidio tersebut menurut saya bersifat himbauan kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan tujuan agar konsentrasi pemerintah kota Langsa dalam mempercepat bantuan banjir kepada warga dapat terlaksana dengan baik sesuai yang diharapkan,”ketus Warga.
“Bahkab Banyak saya dapati video maupun postingan dari oknum warga dan akun palsu yang memfitnah dan mencemarkan nama baik admin Wajah Langsa. Tapi saya melihat beliau tetap tenang dan fokus membantu masyarakat, terutama terkait informasi bantuan banjir,” tambahnya.
Sementara itu terkait laporan dugaan pelanggaran UU ITE terhadap Admint Wajah Langsa, terlapor dalam hal ini Pandex juga tidak tinggal diam, dia berencana akan melaporkan kembali atas tuduhan yang dinilai tidak ada dasarnya. Dalam konten itu tidak ada nama, tidak ada inisial, dan tidak ada ciri-ciri spesifik yang merujuk kepada pelapor.
Atas hal tersebut, dirinya mempertanyakan dasar laporan tersebut. Sebab, di tengah kondisi masyarakat yang sedang bangkit dari musibah banjir informasi bantuan dan mengajak masyarakat tetap tenang justru dilaporkan ke aparat penegak hukum.
Bagi sebagian warga, langkah admin Wajah Langsa selama ini justru membantu masyarakat memperoleh informasi terkait bantuan banjir, kondisi lapangan, hingga himbauan agar situasi tetap kondusif.
Di tengah musibah yang masih dirasakan warga, publik menilai fokus utama seharusnya adalah mempercepat bantuan kepada korban banjir, bukan mempermasalahkan himbauan damai yang bertujuan menjaga ketertiban masyarakat. (Mtf)
Tidak ada komentar