Korban Banjir Kota Langsa Aceh Tahun Lalu Harapkan Bantuan Segera Turun, Kesabaran Semua Pihak diperlukan 

waktu baca 3 menit
Kamis, 23 Apr 2026 03:10 187 Redaksi : Mfs

Detikkasus.co.id, Kota Langsa Aceh – Bencana banjir hidrometeorologi dahsyat melanda Aceh pada akhir November 2025 tahun lalu. Ribuan warga mengungsi, puluhan jiwa meninggal dunia, serta ribuan rumah rusak akibat terendam banjir dan material longsor. Infrastruktur jembatan terputus, jaringan listrik dan jaringan internet hilang, dan ribuan sawah warga hilang, panen gagal.

Bencana banjir hidrometeorologi juga terjadi di kota Langsa yang menyebabkan puluhan Gampong (desa) dalam 5 kecamatan terdampak. Banjir tersebut menyebabkan warga mengalami kerugian sangat besar, rusaknya rumah, rusaknya fasilitas, bahkan mobil dan sepeda motor juga banyak yang rusak, dan kegiatan perkantoran pemerintah serta swasta, sekolah serta jalan lumpuh dalam wilayah Kota Langsa lumpuh.

Salah seorang Korban banjir, Arman (47) warga Kecamatan Langsa Baro, kepada media ini, Rabu, 22 April 2026 bercerita, rendaman air banjir di beberapa tempat waktu itu tidak begitu lama, namun banjir tersebut menyisakan lumpur di dalam kantor pemerintah, swasta, dan di jalan – jalan, juga rumah warga yang memerlukan waktu beberapa bulan lebih untuk membersihkannya, dan memerlukan biaya sangat besar dan juga biaya hidup sulit karena tidak bisa berkerja, panik juga, ceritanya.

Warga juga merasa lega, pemerintah Kota Langsa hadir saat terjadi banjir membantu biaya hidup waktu itu dengan memberikan bantuan bahan pangan darurat, mendirikan dapur umum, dan memberikan bantuan uang dan beras kepada warga, dan kita pun waktu itu makan di dapur umum”. ceritanya.

Lanjutnya, warga merasa lebih lega janji pemerintah pusat akan memberikan bantuan dan perbaikan rumah yang rusak akibat banjir, memberikan bantuan jaminan hidup, bantuan ekonomi, serta bantuan gati rugi mebel rusak, ucapnya.

Sambungan rekannya yang juga warga kecamatan Langsa baro, ” akan tetapi setelah berjalan hampir 5 bulan setalah banjir ribuan warga Kota Langsa belum semuanya menikmati bantuan jaminan hidup, ekonomi, dan bantuan mebel rusak yang di janji pemerintah pusat saat ini, akibatnya Pemerintah Kota Langsa di demo warga, bahkan warga mencurigai pemerintah Kota Langsa tidak respek dengan para korban banjir, pada hal siang malam pemerintah Kota bekerja demi warga”. Sebutnya.

Pemerhati banjir hidrometeorologi Kota Langsa, Novradhil Andrio (Rio), yang juga pengiat media, atas perhatian dan perkembangan usaha pemerintah Kota Langsa menyebutkan, Pemerintah Kota Langsa, sejak banjir terjadi sampai saat terus ini terus berusaha membantu warganya sendiri, namun apalah daya keputusan bantuan – bantuan itu berada di pusat, dan berada di Lembaga-lembaga seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian sosial Republik Indonesia, dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), pemerintah Kota Langsa hanya sebatas mengusulkan, walaupun begitu warga di harapkan mendukung pemerintah Kota Langsa, agar bantuan korban banjir yang telah di usul kan ke pemerintah pusat tidak di anulir, agar apa yang telah di usulkan dan di harapkan oleh para warga korban banjir bisa segera turun, walaupun bertahap-tahap namun bantuan pasti ada, kesabaran semua warga dan pemerintah Kota Langsa sangat di perlukan.

Pemerintah Kota Langsa tidak tinggal diam begitu saja untuk segera memberikan bantuan – bantuan sampai ditangan korban banjir seperti yang telah di janjikan oleh pemerintah pusat. Kita mendukung usaha dan upaya Pemerintah Kota Langsa demi warganya, walau disana sini ada reaksi negatif sebagian warga, seakan-akan Pemerintah Kota Langsa tidak berusaha dan mempercepat bantuan bagi korban banjir.

Kita juga ketahui, Pemerintah Kota Langsa juga bekerja sesuai dengan aturan yang ada, agar tidak terjadi masalah dikemudian hari dan menjadi korban melanggar aturan yang sudah di atur tentang mekanisme penyaluran bantuan.

Kesabaran menghadapi bencana adalah tindakan proaktif yang menggabungkan ikhlas, istiqamah, dan ikhtiar untuk bangkit. Ini bukan sekadar diam, melainkan menerima ujian sebagai ketetapan Allah SWT, menjaga emosi, serta meyakini adanya hikmah. Sabar dan salat menjadi penolong utama untuk menenangkan jiwa dan mempermudah jalan keluar dari kesulitan, Amin.

Redaksi: (Mustafa)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA