Oplus_0 Detikkasus.co.id, Kota Langsa – Fungsi Taman Krung Langsa di Kecamatan Langsa Kota kini beralih fungsi. Alih-alih menjadi ruang terbuka hijau, area taman yang masuk dalam wilayah Gampong lingkungan Jawa Baru tersebut dijadikan Tempat Pembuangan Akhir / TPA liar oleh warga. Tumpukan sampah rumah tangga, plastik, hingga sisa makanan menumpuk di sepanjang halaman taman tersebut.
Pantauan Detikkasus.co.id, perwakilan Aceh, Selasa, 21 Juli 2926, bau menyengat tercium dari jarak puluhan meter. Karung sampah, botol plastik, dan popok berserakan. Beberapa titik bahkan sudah membentuk gundukan besar.
Salah seorang warga yang melintas di taman sekitar, Renaldi, mengaku resah dengan kondisi tersebut. “Sudah lama sampah di buang warga di halaman taman ini. Banyak warga yang buang sampah ke sini pas malam. Pagi-pagi sudah penuh. Lalat dan tikus juga banyak,” katanya.
Warga lain, Arman, menyebut minimnya tempat pembuangan sementara di sekitar permukiman jadi penyebab utama. “Seharusnya ini taman buat anak-anak main. Sekarang malah jadi tempat sampah. Kalau hujan, sampahnya hanyut ke Krurng Langsa,” ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Langsa, Aulia Syahputra, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebut pihaknya akan segera menurunkan tim kebersihan untuk mengangkut sampah.
“Kami sangat menyayangkan. Taman Krueng Langsa ini aset kota untuk publik. Kami akan gerak cepat untuk pembersihan dan pengangkutan,” tegasnya.melalui pesan singkat WhatsApp.
Camat Langsa Kota, Hartama, S.STP mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah di tempat umum. “Mari kita jaga bersama. Taman ini untuk kita semua. Buang sampah pada tempatnya pada titik yang telah di tentukan agar mudah di angkut armada sampah.
Dengan DLH juga sudah kita duduk bersama mencari solusi dan alternatif di titik – titik tumpukan sampah kita berikan spanduk larangan, pagar serta di alih fungsikan agar warga tidak membuang sampah di titik – titik tersebut, terangnya melalui WhatsApp.
Sudah saya himbau ke Geuchik – Geuchik dalam wilayah kecamatan langsa kota khususnya geuchik Blang pase dan Geuchik Gampong jawa yang rawan tumpukan sampah untuk dapat di pantau, sebutnya.
Lanjutnya, kendala di Gampong (Desa) juga belum ada d plot kan anggaran khusus utk menertibkan sampah dan petugas penjagaan di titik – titik tumpukan sampah, kalau petugas sampah di Gampong (desa) hanya mengangkut sampah rumah tangga yang berlangganan saja, Tutup.(AC.035)
Tidak ada komentar